Jangan Asal Kuras, Wadah Air juga Perlu Digosok Agar Bersih dari Telur Nyamuk

ADVERTISEMENT

Jangan Asal Kuras, Wadah Air juga Perlu Digosok Agar Bersih dari Telur Nyamuk

- detikHealth
Rabu, 17 Des 2014 19:05 WIB
Illustrasi: Thinkstock
Pangandaran - Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) merupakan upaya promotif dan preventif untuk mencegah penyakit berbahaya seperti demam berdarah (DBD) dan malaria. Pakar mengatakan bahwa PSN harus dilakukan dengan benar, tidak boleh sembarangan.

Lukman Hakim, Kepala Loka Litbang Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Pangandaran, mengatakan bahwa jika PSN dilakukan sembarangan, maka risiko tertular penyakit bersumber nyamuk masih besar. Sebabnya, nyamuk merupakan salah satu spesies serangga yang paling mudah beradaptasi dengan lingkungan.

"Ibaratnya kita sudah kuras wadah airnya, lalu airnya kita buang. Itu telurnya kan masih ada di air, cuma kita buang di got kan. Nah dia nantinya masih bisa menetas, ibaratnya cuma pindah medianya saja," tutur Lukman.

Oleh karena itu ia menyarankan agar masyarakat tidak lupa untuk menggosok wadar air yang diketahui sering menjadi sarang nyamuk. Bak kamar mandi, gentong air hingga panci harus digosok setiap bagiannya agar telur nyamuk dapat hilang seluruhnya.

"Susah dilihat kan itu telur nyamuk kecil-kecil. Jadi harus digosok, lalu dijemur di sinar matahari. Kalau asal kuras lalu airnya dibuang ada kemungkinan nyamuknya tetap akan menetas," tambahnya lagi.

Masalahnya, kesadaran masyarakat melakukan PSN masih kurang. Jangankan menggosok wadah air, menguras bak mandi dan saluran air atau got saja mungkin jarang dilakukan.

Dijelaskan Lukman bahwa penelitiannya yang terbaru menampilkan hasil yang mengejutkan. Hampir seluruh masyarakat tahu bahaya nyamuk, cara pencegahan hingga slogan menguras, membersihkan dan menutup wadah air. Hanya saja sangat sedikit yang mau melakukannya.

"Jawabannya bikin saya kaget. Mereka bilang itu bukan urusan saya, urusan dinkes atau sudin katanya. Lah kalau bukan urusan mereka urusan siapa dong? Kan rumah milik mereka, nanti yang kena penyakitnya mereka juga," tandasnya.

Oleh karena ia meminta kepada masyarakat untuk lebih memberi perhatian kepada upaya pencegahan penyakit yang dapat dilakukan sendiri. Jika hanya mengandalkan dinas kesehatan atau pemerintah, hasilnya tentu tidak maksimal.

"Seberapapun bagusnya insektisida, seberapapun ampuhnya obat, kalau perilaku masyarakat tidak berubah maka DBD akan terus meningkat. Makanya saya minta tolong kepada masyarakat bahwa minimal lakukan PSN lima hari sekali, di akhir pekan misalnya," tegasnya.

(mrs/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT