80 Persen Kebutaan Bisa Dicegah, Yuk Obati Sebelum Terlambat

80 Persen Kebutaan Bisa Dicegah, Yuk Obati Sebelum Terlambat

- detikHealth
Kamis, 18 Des 2014 08:16 WIB
80 Persen Kebutaan Bisa Dicegah, Yuk Obati Sebelum Terlambat
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Bandung - Kebutaan masih menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Padahal pakar mengatakan bahwa hampir seluruh kebutaan bisa dicegah jika mendapat penanganan dini dan memiliki gaya hidup sehat.

dr Syumarti, SpM(K), MSc, CEH, Kabid Pelayanan Medis RS Mata Cicendo mengatakan bahwa 80 persen kebutaan yang dialami seseorang dapat dicegah. Sebabnya, hampir seluruh kebutaan tersebut terjadi akibat penyakit katarak.

"80 Persen itu bisa dicegah lho kebutaan, 20 persennya tidak bisa ya memang mungkin karena bawaan lahir, kongenital atau kerusakan bola matanya permanen. Tapi 70 persen kebutaan disebabkan oleh katarak, dan katarak dapat dicegah," tutur dr Syumarti ketika ditemui di RS Cicendo, Jl Raya Cicendo, Bandung, Jawa Barat dan ditulis pada Kamis (18/12/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pencegahan dapat dilakukan sejak dini dengan mencukupi kebutuhan vitamin A. Selain itu, gaya hidup sehat dengan mencukupi kebutuhan sayuran dan tidak berlebihan dalam menggunakan gadget juga dapat mencegah terjadinya kebutaan.

Namun pada sebagian besar kasus, pasien menganggap bahwa penurunan penglihatan merupakan hal yang tak bisa dihindari. Direktur Utama RS Mata Cicendo, dr Hikmat Wangsaatmaja, SpM(K), MKes, mengatakan bahwa stigma inilah yang membuat penanganan pasien katarak sering terlambat.

"Pada umur 50 tahun ke atas memang penurunan penglihatan akan muncul. Nah itu didiamkan dengan anggapan bahwa lumrah karena usia tua. Padahal kalau diobati, tidak akan menyebabkan katarak, apalagi kebutaan," ungkapnya.

Untuk itu, RS Mata Cicendo yang juga merupakan Pusat Rujukan Mata Nasional siap menampung para pasien yang memiliki keluhan di mata. Dengan pelayan lengkap dan terpadu layaknya RS internasional, dr Hikmat menjamin RS Mata Cicendo siap menerima pasien dengan keluhan apapun.

Dijelaskannya bahwa RS Mata Cicendo mampu melayani sekitar 170.000 pasien dalam setahun, ditambah lagi dengan pelayanan luar rumah sakit dan bakti sosial yang jumlah pasiennya bisa mencapai 10.000 pasien dalam setahun.

RS Mata Cicendo selaku rumah sakit rujukan nasional milik pemerintah memang memiliki pelayanan mata yang lengkap. Ada sembilan poli sub-spesialis mata yang akan menangani keluhan pasien sesuai klasifikasinya, antara lain pelayanan refraksi dan low vision, infeksi, katarak, pediactric iftalmologi, glaukoma, vitreoretina, neuro oftalmologi, rekonstruksi, dan tumor.

"Jadi warga negara Indonesia yang ingin mendapatkan pelayanan mata yang baik tak perlu buang-buang uang ke luar negeri, langsung saja datang ke Bandung, ke RS Cicendo. Di sini pelayanan lengkap dengan sembilan pelayanan sub spesialis mata ditunjang dengan teknologi mutakhir," tutur dr Hikmat lagi.

(mrs/up)

Berita Terkait