Pasien Diabetes Seperti Ini yang Bisa Dirujuk ke Rumah Sakit

Pasien Diabetes Seperti Ini yang Bisa Dirujuk ke Rumah Sakit

- detikHealth
Jumat, 19 Des 2014 19:35 WIB
Pasien Diabetes Seperti Ini yang Bisa Dirujuk ke Rumah Sakit
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Sudah berobat ke fasilitas kesehatan tingkat primer seperti puskesmas, pasien memiliki hak untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit jika dibutuhkan dengan sistem rujuk. Nah, untuk pasien diabetes, kondisi seperti apa yang memungkinkan untuk dirujuk?

"Saat ini diperlukan pendekatan individualisasi dalam tatalaksana diabetes, di mana pasien harus dilihat secara perorangan. Semua tatalaksana yang dilakukan juga harus disesuaikan dengan latar belakang masing-masing pasien," ungkap Kepala Divisi Endokrinologi Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM, dr Em Yunir, SpPD-KEMD.

Menurut dr Yunir, sebagian besar kasus diabetes sebenarnya bisa ditangani di puskesmas, misalnya cukup dengan pemberian satu atau dua obat kombinasi. Namun memang suatu saat kadang pasien perlu dirujuk untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika target pengobatan yang dibuat tidak tercapai, maka ada baiknya pasien diabetes dirujuk. Misalnya jika target kendali gula darah tak berhasil, yakni ketika seorang pasien kadar gula darahnya tetap buruk meskipun sudah diberikan obat secara maksimal (untuk tahap puskesmas maksimal dua jenis obat).

"Lalu juga kalau sudah ada komplikasi-komplikasi yang muncul, termasuk komplikasi yang kompleks. Atau bisa juga kalau pasien sering hipoglikemia (kadar gula darah rendah). Ini tidak bisa dihindari, harus dirujuk ke rumah sakit," lanjut dr Yunir dalam jumpa pers yang diadakan di Shangri-La Hotel, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Jumat (19/12/2014).

Namun faktanya sebagian besar pasien diabetes yang masuk dalam fase perawatan sudah disertai dengan komplikasi, kebanyakan komplikasi pada mata, saraf, ginjal dan kaki.

"Diabetes itu penyakit gula. Tapi pasiennya kebanyakan meninggal bukan karena gula darahnya yang tinggi, tapi karena komplikasinya," imbuh dokter penyakit dalam dari RSCM-FKUI, dr Dante S. Herbuwono, SpPD-KEMD, PhD.


(ajg/vit)

Berita Terkait