Akhir-akhir ini, sebuah studi menemukan bahwa penggunaan kata 'pertempuran' atau 'melawan' suatu penyakit, tak hanya kanker saja, justru bisa membuat seseorang tidak terlalu peduli untuk mencegah penyakit tersebut.
Misalnya saja, untuk kanker, langkah pencegahan seperti berhenti merokok atau mengonsumsi daging merah tidak terlalu diindahkan. Nah, dalam studi ini, peneliti di University of Michigan dan University of Southern California menanyakan peserta penelirian apa yang seharusnya dilakukan untuk mencegah kanker.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk lebih memastikan, peneliti melakukan pengamatan yang kedua. Peserta yang dibagi menjadi dua kelompok diberi bacaan tentang kanker kolon. Salah satu kelompok diberi bacaan yang menggambarkan mengidap kanker kolon ibarat memberontak musuh-musuh.
Hasilnya, lagi-lagi orang yang membaca bahwa sakit kanker bagaikan sebuah pertempuran, tidak terlalu agresif untuk melakukan tindakan pencegahan kanker. Maka dari itu, Hauser dan timnya berasumsi penggunaan kata melawan atau bertempur akan menunjukkan bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang penuh kekuatan.
"Memang untuk sembuh dari kanker butuh pengorbanan dan kekuatan yang luar biasa. Namun, bukan berarti sakit kanker adalah sebuah perlawanan dan pertempuran lantas Anda menganggapnya sesuatu yang luar biasa dan tak perlu dicegah. Pastinya, akan lebih hebat lagi jika Anda bisa mencegah kanker yang bisa dialami siapa pun," tutur Hauser.
(rdn/up)











































