Ini 'Resep' Kota Kendari Sukses Sabet Sertifikat Bebas Malaria di 2014

Ini 'Resep' Kota Kendari Sukses Sabet Sertifikat Bebas Malaria di 2014

- detikHealth
Selasa, 23 Des 2014 14:03 WIB
Ini Resep Kota Kendari Sukses Sabet Sertifikat Bebas Malaria di 2014
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Kendari - Kendari menjadi salah satu kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara yang mendapat sertifikat eliminasi malaria dari Menteri Kesehatan Nila Moeloek. Pemerintah Kendari pun memiliki cara tersendiri untuk mencapai prestasi tersebut.

Dikatakan Wali Kota Kendari Ir H Asrun, M.Eng, Sc, tercapainya predikat eliminasi malaria yang didapat kota Kendari tak lepas dengan koordinasi instansi terkait, tidak hanya dinas kesehatan yang berperan.

"Kita juga gandeng dinas kebersihan setempat, ibu-ibu PKK, dan instansi lain. Tidak hanya malaria saja tapi juga DBD," kata Asrun ditemui di Puskesmas Poasia, Kendari, Selasa (23/12/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peran-peran ibu PKK dibutuhkan untuk menjadi jumantik yang memberi penyuluhan dan pemeriksaan jentik nyamuk di beberapa daerah. Bahkan, jumantik juga sudah diberlakukan di sekolah-sekolah di Kendari di mana para murid yang menjadi jumantik cilik.

"Intinya kita bisa eliminasi malaria kan caranya kita nggak digigit nyamuk, nah yang dibasmi ya dari jentik dari akarnya. Jadi sedikit demi sedikit mulai kita basmi jentiknya," lanjut Asrun.

Untuk kader jumantik, tiap tahun dikatakan Asrun ada anggaran tersendiri yang disediakan. Untuk program kelambuisasi, menurut Asrun program tersebut akan lebih berhasil jika diterapkan di daerah perkampungan. Untuk di wilayah kota, pembasmian jentik dan penanaman perilaku 3M (menguras bak mandi, mengubur barang bekas dan menutup tempat penampungan air).

Di sekolah dan tempat umum pun dibuat taman-taman yang dilengkapi dengan ikan pemakan jentik nyamuk. Asrun menekankan, hal terpenting lain yang harus dilakukan yakni konsisten dan sabar dalam memberi penyuluhan dan sosialisasi pada masyarakat.

"Kita nggak bisa sehari kasih program terus berhasil begitu saja. Harus dilakukan bertahap dan berulang-ulang, kalau gagal terus kita lakukan. Kita berharap bisa mendapat Wistara di tahun 2015 sehingga mulai saat ini indikator-indikator untuk menang lomba itu ya harus terpenuhi," tutur Asrun.

(rdn/vit)

Berita Terkait