Minggu, 28 Des 2014 20:02 WIB

Ayo Peluk ODHA, Kampanye Hilangkan Stigma Negatif bagi Pengidap HIV-AIDS

M Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: Hasan Alhabshy Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Kurangnya informasi soal HIV-AIDS membuat para ODHA (Orang Dengan HIV-AIDS) kerap mendapat perlakuan diskriminatif. Masih banyak masyarakat yang enggan untuk melakukan kontak sosial ataupun bersentuhan karena takut tertular.

Karena itu di penghujung tahun 2014 ini, gabungan LSM peduli HIV-AIDS yang tergabung dalam gerakan ODHA Berhak Sehat mengadakan‎ kampanye 'Ayo Peluk ODHA'. Dengan adanya kampanye ini diharapkan masyarakat tidak lagi takut untuk bersentuhan atau melakukan kontak sosial dengan ODHA karena HIV tidak akan menular melalui kontak fisik.

"Jadi kita lebih kepada menghilangkan diskriminasi dan stigma negatif kepada ODHA ya. Banyak masyarakat masih enggan atau takut melakukan kontak dengan ODHA karena takut tertular, kita berikan informasi kalau ODHA tidak menular lewat kontak fisik seperti pelukan atau salaman," tutur Ayu Oktariani, Koordinator 'Ayo Peluk ODHA' ketika ditemui detikHealth di Car Free Day Jakarta, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (28/12/2014).

‎Ayu mengatakan bahwa kampanye ini merupakan hasil kerjasama dari beberapa LSM, antara lain Indonesia AIDS Coalition, Yayasan Hidup Positif, Ikatan Perempuan Positif Indonesia, Kuldesak Support Group, Yayasan Kharisma dan lain lain. Tujuannya satu, yakni mengajak masyarakat untuk mau memeluk ODHA sebagai bentuk kepedulian terhadap para pengidap HIV-AIDS.

"Jadi kita jalan dari Sarinah sampai Bundahan HI. Sambil jalan kita mengajak masyarakat yang sedang menikmati Car Free Day untuk mau memeluk ODHA. Kita bagikan juga flyer dan beri informasi kalau ODHA tidak menular lewat sentuhan atau kontak fisik," tandas Ayu lagi.

Gerakan kampanye ini diikuti oleh kurang lebih 150 orang masyarakat yang peduli terhadap HIV-AIDS. Dikatakan Ayu bahwa tak hanya anggota LSM, peserta gerakan ini juga terdiri dari komunitas terdampak HIV seperti komunitas pekerja seks dan komunitas lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT).

Harapannya, gerakan ini dapat memberikan informasi tambahan kepada masyarakat soal HIV-AIDS. Sehingga ke depannya tak ada lagi stigma negatif dan diskriminasi sosial yang diterima oleh para ODHA.

"Harapannya semoga di tahun 2015 tidak ada lagi diskriminasi ya untuk ODHA. ODHA bisa kembali sekolah, diterima bekerja, dan mendapatkan tempatnya kembali di masyarakat. Sesederhana itu harapan kita," ungkap Ayu.

(M Reza Sulaiman/Ajeng Annastasia Kinanti)