ADVERTISEMENT

Senin, 29 Des 2014 19:06 WIB

Dampak Psikis Hilangnya AirAsia

Ini Manfaat Trauma Healing Oleh Psikolog dalam Musibah AirAsia

- detikHealth
dok: Reuters/detikcom
Jakarta -

Untuk membantu melewati masa duka, para psikolog kini tengah memberikan trauma healing pada keluarga korban hilangnya pesawat AirAsia QZ8501. Trauma healing diberikan agar keluarga korban mampu melewati masa-masa sulit terkait musibah tersebut.

Rosdiana Setyaningrum, M.Psi, MHPEd, seorang psikolog klinis dari RS Pluit Jakarta mengatakan terapi trauma healing sebetulnya diberikan dalam bentuk pendampingan konseling. Teman bercerita untuk meluapkan emosi adalah salah satu hal yang dibutuhkan oleh pihak keluarga saat ini.

"Pendampingan paling efektif itu saat ini tidak perlu apa-apa cuma butuh teman untuk cerita. Jadi itu fungsi yang sebenarnya diperlukan dari pendamping," kata Rosdiana yang akrab dipanggil Diana ketika dihubungi detikHealth pada Senin (29/12/2014).

Saat seseorang berduka ia akan melewati berbagai tahap sebelum akhirnya bisa menerima kenyataan. Diana mengatakan jika keluarga korban tidak mendapat terapi trauma healing, ada kemungkinan ia sulit menerima kenyataan dan bisa menjadi depresi.

"Bisa histeris sih jadi sedih banget karena enggak ada teman untuk cerita. Untuk sekarang tahap awal sih histeris dulu, tapi kalau dibiarkan nanti dia bisa diam tapi karena depresi," ujar Diana.

Diana menyarankan agar untuk saat ini keluarga korban tetap bersama orang-orang terdekat. Dengan demikian diharapkan tahapan duka dapat menjadi lebih cepat karena keluarga merasa mendapat dukungan dari lingkungan.

(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT