Menyesuaikan Diri dengan Obat, Bakteri Penyebab Batuk Cepat Bermutasi

Menyesuaikan Diri dengan Obat, Bakteri Penyebab Batuk Cepat Bermutasi

- detikHealth
Rabu, 31 Des 2014 07:35 WIB
Menyesuaikan Diri dengan Obat, Bakteri Penyebab Batuk Cepat Bermutasi
Illustrasi: Thinkstock
Inggris - Bakteri Bordetella pertussis penyebab penyakit whooping cough atau batuk kokol ditemukan oleh peneliti dari Inggris mengalami perubahan yang cepat pada susunan protein tubuhnya. Bagian bakteri yang selama ini dikenal dan menjadi target utama oleh sistem imunitas tubuh mulai terlihat berbeda.

Analisis bakteri pertussis saat ini menunjukkan sudah berbeda jika dibandingkan struktur bakteri pada tahun 2012. Salah satu pemicu perubahan dikatakan peneliti mungkin dikarenakan vaksin yang diberikan selama ini pada bayi.

Studi menemukan bagian bakteri yang menjadi target vaksin mengalami mutasi lebih cepat dibandingkan bagian lainnya. Dikatakan peneliti kemungkinan bakteri berusaha berubah untuk menghadapi sistem imunitas tubuh yang telah diperkuat vaksin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika memang benar demikian, studi yang telah dipublikasi di Journal of Infectious Diseases melaporkan hal ini dapat mempengaruhi penanganan bakteri saat infeksi masal terjadi.

Di Inggris sendiri pada tahun 2008 tercatat ada 900 kasus infeksi pertussis dan jumlah tersebut meningkat menjadi 10 ribu kasus pada tahun 2012.

Pemimpin studi, Dr Andrew Preston dari University of Bath, mengatakan masalah pertussis menjadi perhatian karena infeksi akan sangat berbahaya jika terjadi pada bayi karena memiliki risiko kematian.

Preston dan timnya mengaku sulit memberikan kesimpulan apakah berhenti memberikan vaksin atau mencampur vaksin dengan bahan lain adalah tindakan yang benar untuk dilakukan.

"Pertussis memiliki siklus musiman, dan pertanyaan besar lainnya adalah apakah kita akan melihat peningkatan kasus di tahun 2015," ujar Preston seperti dikutip dari BBC pada Rabu (31/12/2014).

Gejala awal yang terlihat pada bayi hampir sama seperti pilek umum, kemudian berkembang menjadi batuk-batuk hebat. Kulit bayi bisa berubah menjadi biru karena kekurangan oksigen dan sehabis batuk berturut-turut bayi akan terdengar kesulitan untuk bernapas.

(up/up)

Berita Terkait