Juni: Heboh Jepit Pemancung Hidung yang Dijual Lewat Internet

Kaleidoskop 2014

Juni: Heboh Jepit Pemancung Hidung yang Dijual Lewat Internet

- detikHealth
Jumat, 02 Jan 2015 08:35 WIB
Juni: Heboh Jepit Pemancung Hidung yang Dijual Lewat Internet
Illustrasi: Thinkstock
Jakarta -

Siapa yang tak ingin punya hidung mancung? Fitur wajah yang identik dengan ketampanan maupun kecantikan ini memang begitu didamba banyak orang. Melihat peluang ini, di awal bulan Juni 2014, pengguna media sosial Indonesia dihebohkan dengan penjualan jepit pemancung hidung.

Jepit pemancung hidung atau nose strap ini berbentuk persis seperti jepit baju dan berbahan silikon. Konon jepit ini bisa membuat hidung tampak lebih mancung dalam kurun 1-2 minggu saja. Hanya dengan pemakaian selama 10-15 menit sehari, tulang lunak di hidung diklaim bisa berubah menjadi tampak lebih maju dari sebelumnya.

Saat dikonfirmasi, salah seorang penjual jepit pemancung hidung ini mengaku alat yang ia tawarkan bebas efek samping. Harganya pun miring, cukup Rp 52 ribu dengan ongkos kirim gratis ke seluruh Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dokter bedah, mekanisme memancungkan hidung dengan dijepit seperti ini tidak masuk akal. Sebab sejauh ini satu-satunya cara untuk membuat hidung lebih mancung adalah dengan dipasangi implan silikon padat.

"Mungkin karena bengkak saja jadi kelihatan mancung," kata dr Aditya Wardhana, SpBP dari Departemen Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Lagipula dr Beta Subakti Nata'atmaja, SpBP-RE dari Departemen Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga mengatakan hidung tak akan jadi mancung walaupun dijepit atau dipencet-pencet dalam waktu lama.

"Lain halnya dengan payudara. Kalau payudara kan dipengaruhi hormon sehingga jika dipijat ada kemungkinan bisa membesar," ungkap dr Beta. Toh bentuk hidung juga lebih banyak dipengaruhi faktor genetik, sehingga tidak begitu saja diubah atau dimodifikasi, kecuali dengan bedah plastik.

Bukannya mancung, bisa jadi hidung malah cedera karena alat yang belum terjamin keamanannya ini. Seperti dikemukakan dr Arie Cahyono, SpTHT dari RS Premier Bintaro. Menurutnya, hidung dapat menahan trauma-trauma kecil seperti cubitan maupun jepitan. Tapi bila dijepit secara terus-menerus, maka akan memicu dua jenis trauma: trauma tulang rawan dan trauma pada pembuluh darah di hidung.

"Di sekat hidung itu kan pusatnya pembuluh darah di hidung. Pada orang yang gampang mimisan, khususnya anak-anak, jika hidung dicubit, ditarik, atau dijepit dengan alat itu bisa menyebabkan mimisan lebih sering terjadi," ungkap dr Arie

Sedangkan trauma pada tulang rawan, bisa mengakibatkan tulang penyangga hidung tersebut menjadi hancur. "Ibarat tenda, kalau tiangnya hancur nanti kan tenda jatuh. Hidung juga seperti itu. Ini disebut saddle nose," papar dr Arie.

Saddle nose biasanya disebabkan perlukaan di sekitar hidung akibat terjepitnya pembuluh darah. Padahal perlukaan tersebut rentan terserang infeksi, dan juga abses. Abses pada tulang rawan inilah yang menyebabkan tulang menipis, lalu akhirnya hancur begitu saja. Bila sudah begini, satu-satunya jalan adalah rhinoplasty atau bedah plastik hidung.

(lil/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads