Psikolog klinis Untung Subroto Dharmawan, M.Psi mengatakan umumnya mereka yang kehilangan orang-orang tersayang akibat kecelakaan atau bencana mengalami secondary trauma. Agar mereka tidak merasa sendiri, butuh pendampingan antar anggota keluarga.
"Keluarga akan merasa didengarkan, sehingga mereka yang sedang bersedih merasa aman dan mendapatkan support dari orang terdekat. Anggota keluarga yang bersedih ini butuh didampingi dan didengarkan. Mereka butuh teman untuk bercerita dan mengeksepresikan kesedihannya saat kejadian berlangsung hingga masa berkabung," tutur Untung dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Jumat (2/1/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lupa informasi-informasi penting lainnya terkait keluarga korban juga harus diberikan dengan tepat oleh pihak yang berwenang, agar keluarga memperoleh kepastian yang tepat. "Bisa kita bayangkan bagaimana perasaan anggota keluarga saat ini yang serba tidak menentu menunggu kepastian anggota keluarga yang mereka cintai," imbuh Untung.
Sementara itu, psikolog dan pemuka agama dapat berperan dengan memberikan penguatan dan pendampingan. Mulai dari masa penantian kedatangan anggota keluarga yang menjadi korban hingga penyerahan jenazah dari pihak berwenang pada anggota keluarga untuk dimakamkan.
Menemani anggota keluarga selama melewati masa berkabung dan mengajak kembali anggota keluarga untuk kembali beraktivitas normal pun penting dilakukan.
"Jika secondary trauma ini terus berlangung lebih dari satu bulan, sebaiknya direkomendasi ke profesional," pesan Untung.
(vit/vit)











































