Banyak Kabar Pesawat Jatuh, Pilot Profesional Harusnya Tak Terpengaruh

Banyak Kabar Pesawat Jatuh, Pilot Profesional Harusnya Tak Terpengaruh

- detikHealth
Senin, 05 Jan 2015 18:32 WIB
Banyak Kabar Pesawat Jatuh, Pilot Profesional Harusnya Tak Terpengaruh
Jakarta -

Tahun 2014 seakan-akan penuh dengan kabar pesawat jatuh dari langit mulai dari pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang dan belum ditemukan, Malaysia Airlines MH-17 yang ditembak jatuh di langit Ukraina, dan baru-baru ini AirAsia QZ8501 yang jatuh diduga karena cuaca buruk.

Akibat dari banyaknya kabar tersebut beberapa orang jadi merasa terbang adalah sarana transportasi yang berbahaya. Orang menjadi takut untuk terbang dan bahkan pilot pun merasakan imbasnya.

Psikolog dari Duta Amanah Indonesia, R. Dewi Novita Kurniawati, SPsi, mengatakan saat peristiwa bencana besar terjadi tentu hal tersebut akan berdampak bagi orang banyak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika seorang pilot bisa ikut terpengaruh dan menjadi takut, hal ini dikatakan oleh Dewi akan memperburuk keadaan karena dalam kasus ini pilot dipandang sebagai seorang profesional.

"Jadi saat profesional ikut trauma mau tidak mau dia akan memengaruhi eksistensi yang lain," kata Dewi saat dihubungi via telepon pada Senin (5/1/2014).

Dewi mengatakan seharusnya tidak perlu khawatir terhadap musibah kecelakaan karena sebenarnya ia terjadi setiap hari hanya saja bentuknya berbeda. Tiap manusia dalam hidupnya memiliki pengalaman yang berbeda sehingga peristiwa seperti kecelakaan pesawat ini harusnya dimaknai dengan pikiran positif.

"Kejadian yang kita hadapi ini tidak akan sama, kejadian yang dihadapi pilot AirAsia belum tentu terjadi dengan pilot lain. Ini kan ketetapan tuhan jadi tetap berpikir positif aja," ujar Dewi.

Saat tragedi terjadi, mental seseorang adalah hal pertama yang akan diuji. Seorang profesional terkait dikatakan oleh Dewi seharusnya memiliki mental yang tangguh dari berbagai macam pelatihannya.

"Kalau kita menghadapi peristiwa besar apapun itu nomor satu membutuhkan mental. Kalau memang profesional dia harusnya sudah teruji mentalnya," tutup Dewi.

(up/vit)

Berita Terkait