Wacana pembuatan LGBT Center tersebut dilontarkan oleh Ramesh Tawadkar, Kepala Dinas Pemuda di Goa, India. LGBT Center tersebut nantinya akan menjadi tempat rehabilitasi para remaja LGBT agar dapat kembali normal.
"Kami akan membuat LGBT Center agar kaum muda tersebut kembali normal. LGBT Center ini akan berfungsi sebagai pusat rehabilitasi, seperti tempat rehabilitasi para pecandu alkohol. Remaja LGBT akan kami berikan program dan obat-obatan agar mereka kembali normal," tutur Tawadkar, dikutip dari Reuters, Kamis (15/1/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wacana yang dilontarkan oleh Tawadhar ini tentunya menuai kecaman dari para aktivis. Mereka menganggap bahwa Tawadhar sama sekali tidak mengerti bahwa LGBT bukan penyakit dan tidak bisa diobati dengan terapi ataupun obat-obatan.
Kecaman juga datang dari kalangan politikus lainnya. Laxmikant Parsekar, Menteri Utama di Provinsi Goa, menuturkan bahwa wacana tersebut menjadi bukti jika Tawadkar sama sekali tidak tahu apa-apa soal LGBT.
"Homoseksual merupakan bawaan lahir. Ini bukan penyakit," ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon. Dalam lawatannya ke India beberapa hari lalu, Ban menunjukkan kekhawatirannya soal diskriminasi dan marjinalisasi bagi kaum LGBT.
Ia juga menyayangkan diberlakukannya kembali undang-undang yang melarang hubungan seks sesama jenis. Menurut Ban, adanya undang-undang tersebut hanya akan menambah jumlah tindak kejahatan yang dilakukan kepada kaum LGBT.
"Saya bangga bisa berdiri bersama para LGBT dari India. Saya mengatakan ini karena hukum yang melarang hubungan sesama jenis pada orang dewasa sangat melanggar hak asasi manusia soal privasi dan kekebasan dari diskriminasi," paparnya.
(rsm/vit)











































