Loxley yang memulai misinya pada tahun 2013 tersebut tengah berjalan di dekat daerah Yalboroo, Australia. Awalnya Loxley mengira menemukan ular mati di pinggir jalan dan ia sendiri mengaku sudah terbiasa mengonsumsi ular.
Ketika akan diambil, ular ternyata masih hidup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kostum dirancang semirip mungkin dengan aslinya dan secara tidak sengaja benar-benar berfungsi sebagai pelindung dari serangan ular berbisa yang diketahui dengan nama king brown.
"Dia menerkam dan menggigit saya, tapi kabar baiknya dia menggigit di bagian tulang kering. Kostum ini benar-benar melindungi saya dan menghentikan gigitannya," kata Loxley seperti dikutip dari ABC Australia pada Jumat (16/1/2014).
"Saya bisa merasakan gigi ular menggores plastik tapi tidak tembus," imbuhnya.
Menurut Museum Australia, ular jenis king brown mengigit dengan buas tidak seperti jenis ular lainnya. Ular bisa tidak melepaskan gigitannya dan terus menyuntikkan racun dalam jumlah yang besar.
Loxley yang hingga kini telah berhasil mengumpulan uang sekitar Rp 500 juta untuk Monash Children's Hospital mengaku baru kali ini dirinya digigit ular dalam perjalanan.
"Kostum ini menghentikan gigitan ular dan mungkin telah menyelamatkan nyawa saya," tutupnya.
(up/up)











































