Terinfeksi Ebola pada bulan Agustus lalu, dr Rick dinyatakan sembuh setelah diobati dengan obat eksperimen TKM-Ebola. Ia juga mendapat transfusi darah dari Dr Kent Brantly, survivor Ebola asal Amerika lainnya.
Kini setelah akhirnya dinyatakan pulih, dr Rick mengaku sudah bersiap untuk kembali pergi. Bukan untuk cek ataupun kontrol kesehatan, ia mengaku akan kembali lagi ke Liberia untuk 'perang' melawan Ebola.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan tanpa alasan dr Rick memutuskan untuk kembali lagi ke Liberia. Menurutnya, kawasan Afrika Barat sudah seperti rumah keduanya. Ia sempat tinggal di sana sejak tahun 1995 hingga tahun 2010. Setelah itu meski sudah pindah ke Massachusetts, ia sering kali berkunjung ke sana.
"Aku rindu dengan rekan-rekanku di sana. Dan aku tahu bahwa banyak dari mereka yang juga kehilangan anggota keluarga karena Ebola, dan aku hanya bisa menghibur melalui kata-kata tanpa boleh memeluk mereka," tandasnya lagi.
Tak ada kata takut bagi dr Rick meski harus kembali ke tempat yang hampir merenggut nyawanya. Tubuh dr Rick sudah memiliki kekebalan terhadap Ebola akibat pengobatan yang dilakukan selama di Amerika. Selain itu ia juga tidak lagi ditugaskan untuk merawat pasien, namun lebih kepada pengaturan obat dan fasilitas kesehatan yang ada.
dr Rick mengaku banyak berkah yang didapatnya setelah lolos dari jeratan maut Ebola. Harapannya, wabah Ebola ini dapat membukan mata pemerintah Liberia soal pentingnya sistem kesehatan yang baik, meskipun Liberia termasuk negara miskin.
"Kebutuhan akan kesehatan di Liberia sangat besar. Sistem kesehatan memang lemah dan rusak bahkan sebelum Ebola menyerang. Harapanku adalah wabah Ebola kali ini dapat menjadi pembelajaran demi Liberia yang lebih baik," pungkasnya.
(mrs/up)











































