Hanya dengan Mengatur Napas Bisa Lebih Sehat?

Sehat dengan <I>Self Healing</I>

Hanya dengan Mengatur Napas Bisa Lebih Sehat?

- detikHealth
Selasa, 20 Jan 2015 16:34 WIB
Hanya dengan Mengatur Napas Bisa Lebih Sehat?
Jakarta -

Napas memegang peranan penting dalam kehidupan. Tanpa napas, tentu makhluk hidup tak bisa mempertahankan hidupnya. Nah, menurut teknik kesehatan holistik dengan self healing, dengan mengatur napas seseorang bisa lebih sehat.

Jeffrey Eka Rachman, instruktur self healing, mengatakan napas merupakan jembatan tubuh, pikiran, dan jiwa. Napas juga merupakan pengatur emosi yang paling cepat atau paling tinggi. Tidak heran pada saat sedang mendapat tekanan batin, seseorang menarik napas panjang.

"Pola napas itu beda-beda, tergantung emosinya. Bisa diperhatikan saat sedang marah, napasnya berat dan cepat. Saat senang, cepat dan ringan. Saat sedih napasnya berat dan susah," kata Jeffrey di kelas self healing yang diikuti detikHealth beberapa waktu lalu dan ditulis pada Selasa (20/1/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskan Jeffrey ada teknis napas 4-7-8 yang bisa diterapkan untuk menjaga kesehatan. Menurutnya teknik napas ini bisa membantu tubuh untuk berelaksasi. "Jadi ambil napas 4 ketukan, tahan 7 ketukan, dan buang napas 8 ketukan," jelas Jeffrey.

Seseorang pun bisa memanipulasi napas untuk mendapatkan ketenangan jiwa maupun untuk mendapatkan keadaan tubuh yang lebih baik. Caranya adalah dengan diam sebentar, kemudian atur napas (bisa dengan teknik 4-7-8), kemudian lakukan sebanyak 4-5 kali. Dikatakan Jeffrey, hasilnya bisa cepat terasa.

"Jadi napas memang bisa diatur, dan bisa membantu mengatur emosi. Saat sakit, napas juga bisa diatur, untuk menjadi sarana self healing. Meskipun bisa untuk penyembuhan tapi tentu tidak langsung sembuh seketika," sambungnya.

Selain napas adalah dengan sentuhan. Sentuhlah saraf yang tegang, dipijat dengan lembut, sehingga saraf akan rileks lagi. Selanjutnya tubuh bisa melawan penyakit. "Efek sentuhan ini antara lain bisa dilihat dari pelukan antar orang yang saling menyayangi, rasanya kan menyenangkan. Itu karena efek sentuhan kalau dilakukan di tempat yang tepat dan orang yang tepat bisa luar biasa," ucap Jeffrey.

Aspek lainnya adalah gerak. Di mana tubuh dirancang untuk aktif. "Jadi kalau misal Anda sedang marah, dengan berjalan keliling selama 30 menit dengan ritme yang sama, bisa meredakan marah," kata pria berkacamata ini.

Aspek selanjutnya adalah hening. Keheningan membantu manusia ke pusat diri yang sejati. Karena pada saat hening, tubuh bisa membuat melantonin yang berguna untuk merilekskan tubuh. "Dengan hening juga bisa untuk mengembalikan diri, melihat diri sendiri. Biasanya orang memanfaatkan hening saat ibadah," lanjut Jeffrey.

(vit/up)

Berita Terkait