Nyaris Kehabisan Oksigen Karena Kondisi Langka, Bayi Kembar ini Selamat

Nyaris Kehabisan Oksigen Karena Kondisi Langka, Bayi Kembar ini Selamat

- detikHealth
Selasa, 20 Jan 2015 17:01 WIB
Nyaris Kehabisan Oksigen Karena Kondisi Langka, Bayi Kembar ini Selamat
Swansea, UK - Saat kehamilannya memasuki usia 18 minggu, Rachel Ellis dihadapkan pada kondisi sulit. Dokter mengatakan ia tengah mengandung bayi kembar, namun karena kondisi langka, salah satu dari keduanya bisa saja lahir dalam keadaan tak selamat.

Ellis tak sadar dirinya tengah berbadan dua hingga kandungannya memasuki usia tujuh minggu. Ia bahagia bukan kepalang ketika diberi tahu jika bayinya kembar.

Akan tetapi saat memeriksakan kandungannya di usia 18 bulan, staf perawat di Singleton Hospital, Swansea, Inggris malah mendeteksi ada yang tidak normal pada calon bayi Ellis. "Kami diberitahu kalau salah satu dari bayinya mendapatkan suplai darah setebal 12 cm sedangkan bayi satunya lagi hanya 0,4 cm. Karenanya ia tak bisa menggerakkan kedua lengan dan tangannya sama sekali," tutur Ellis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dokter, bayi kembar yang dikandung Ellis mengidap kondisi langka yang disebut 'twin-to-twin transfusion syndrome'. Dengan kata lain, kedua bayi ini harus berbagi satu plasenta sehingga suplai darah ke tubuh keduanya menjadi tidak seimbang.

Kemudian dokter menawarkan sebuah prosedur yang diklaim bisa menyelamatkan nyawa kedua bayi Ellis. Hanya saja prosedur ini terbilang radikal, sebab tim dokter menggunakan teknologi laser. Dengan prosedur ini, mereka memiliki peluang hidup hingga mencapai 45 persen.

"Saya begitu sedih dan hanya bisa menangis karena saya dihadapkan pada pilihan sulit," kata Ellis seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (20/1/2015).

Namun karena tak ada pilihan lain, Ellis akhirnya menyetujui prosedur tersebut dan ia pun dipindahkan ke Fetal Medicine Unit, St Michael's Hospital, Bristol. Prosedur ini dilaksanakan tiga hari kemudian. Dalam prosedur tersebut, tim dokter memasukkan sebuah kamera berikut endoskop kecil yang dilengkapi kabel serat optik ke dalam rahim Ellis.

Lantas lewat endoskop tadi, tim dokter memancarkan laser ke plasenta Ellis dan menutup sejumlah pembuluh darah yang membuat kedua bayi Ellis tak mendapatkan suplai darah yang sama.

Prosedur ini terbilang sukses. Namun alangkah terkejutnya tim dokter ketika operasi tersebut selesai dilakukan. Sebab dalam hitungan jam, hal yang paling ditakutkan tim dokter malah terjadi. Air ketuban Ellis pecah, padahal usia kandungannya masih 19 minggu.

"Saya diwanti-wanti bahwa di enam minggu pertama, besar kemungkinan terjadi keguguran. Dan ini bisa mengakibatkan salah satu atau kedua bayi dalam kandungan saya cacat atau bahkan sakit parah," kenang Ellis.

Beruntung setelah diperiksa, kantung ketuban Ellis yang sempat pecah justru bisa menutup sendiri. Kedua bayi yang telah dinanti-nanti Ellis pun lahir dengan sehat pada tanggal 24 September 2013 di Bridgend Hospital, Wales. Keduanya berjenis kelamin perempuan dan masing-masing diberi nama Lily dan Darcy.

Lily lahir dengan berat 2,26 kg, sedangkan Darcy memiliki berat lahir mencapai 2,61 kg. "Saya merasa lega karena mereka lahir dengan sehat dan selamat. Mereka adalah keajaiban dalam hidup saya," tutup Ellis.

(lil/up)

Berita Terkait