Rabu, 21 Jan 2015 14:33 WIB

Campak Menyebar di Papua New Guinea, 4 Wanita Dituduh Praktik Sihir

- detikHealth
Illustrasi: Thinkstock
Enga, Papua New Guinea - Sebanyak empat orang wanita serta 13 anak dan cucunya di Provinsi Enga, Papua New Guinea, dikatakan oleh misionaris Anton Lutz terancam dibunuh oleh warga. Mereka dituduh masyarakat mempraktikkan sihir dan bertanggung jawab terhadap wabah campak yang sedang menyebar.

Lutz mengatakan keempat wanita tersebut ditunjuk sebagai penyebab wabah oleh seorang pemburu dukun. Saat itu warga sedang menginvestigasi penyakit campak yang telah memakan beberapa korban jiwa.

"Pemburu dukun datang dari desa bernama Wanakipa ke tempat di mana wanita-wanita ini untuk mengidentifikasi mereka," kata Lutz seperti dikutip dari ABC Australia pada Rabu (21/1/2015).

Keselamatan nyawa para wanita ini dikatakan oleh Lutz dalam bahaya. Sebab masyarakat masih sangat percaya pada hal gaib dan dalam 10 tahun terakhir setidaknya ada 25 wanita yang dikenal oleh Lutz dibunuh setelah disangka sebagai dukun.

Dari kasus-kasus tersebut polisi belum menangkap siapapun. Hal ini dikatakan oleh Lutz karena polisi sulit mencapai lokasi komunitas yang hanya bisa diakses lewat transportasi udara.

"Praktik ini terjadi pada kelompok orang berbahasa Hewa yang ada mulai dari bagian utara Provinsi Hela dan bagian barat Provinsi Enga. Ini adalah kelompok yang besar dan dikenal karena sering membunuh wanita," ungkap Lutz.

Pihak polisi mengatakan saat ini empat wanita tersebut telah aman karena berada di bawah pengawasan polisi.

(vit/vit)