Awalnya Untuk Obat, Begini Awal Mula Penemuan Narkoba LSD

Awalnya Untuk Obat, Begini Awal Mula Penemuan Narkoba LSD

- detikHealth
Kamis, 22 Jan 2015 13:05 WIB
Awalnya Untuk Obat, Begini Awal Mula Penemuan Narkoba LSD
Illustrasi: Thinkstock
Jakarta - Lysergic Acid Diethylamide (LSD) yang populer dikenal dengan nama acid atau smile adalah golongan narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) yang bersifat sebagai stimulan. Narkoba jenis ini masuk ke Indonesia pada tahun 1990-an dan sempat menghilang sebelum baru-baru ini muncul lagi.

LSD pertama kali diciptakan oleh ahli kimia dari Swiss, Albert Hofmann, pada tahun 1938. Ia membuat LSD dari fungi bernama ergot dengan tujuan untuk membuat stimulan pernapasan atau obat analeptik.

Di tengah penelitiannya pada tahun 1943, secara tidak sengaja Hofmann terekspos LSD dan saat itu ia menyadari ternyata senyawa tersebut memiliki efek lainnya yang kuat selain sebagai bahan obat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua yang saya lihat terdistorsi seperti ada di cermin," Kata Hofmann seperti dikutip dari BBC pada Kamis (22/1/2015).

Ditemani oleh seorang asisten, Hofmann kembali ke rumahnya dan merasakan pengalaman dalam perjalanan yang ia deskripsikan sebagai penglihatan dengan gambar-gambar fantastis, bentuk luar biasa, dan warna kaleidoskop yang cerah.

Sejak saat itu LSD mulai dikenal dan menyebar di kalangan masyarakat. Pada sekitar tahun 1960 banyak negara mulai melarang penggunaan LSD karena banyak bermunculan kabar pengguna menderita kerusakan psikologis yang permanen.

Setelah LSD hampir 23 tahun menghilang di Indonesia, narkoba ini diketahui kembali muncul pada tahun 2013 lewat seorang kurir bernama Hany Michelle yang ditangkap polisi di daerah Cipinang, Jakarta Timur.

Jika LSD di Indonesia pertama kali muncul dalam bentuk cairan, kini varian yang lebih baru berbentuk seperti kertas yang bisa lumer jika ditaruh di mulut.

(vit/vit)

Berita Terkait