Kamis, 22 Jan 2015 16:18 WIB

Sudah Bersihkah Udel Anda? Begini Cara Tepat Membersihkannya

- detikHealth
ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Udel atau pusar memang tidak dapat dilihat semua orang, tapi kesehatan pusar perlu dijaga agar tidak menimbulkan infeksi dan gangguan lainnya. Lantas, bagaimana caranya membersihkan dengan baik dan benar?

Diungkapkan Alexandria V. Booth, M.D, ahli dermatologi dari HealthCare Partners Medical Group, jika pusar kotor, sebaiknya langsung segera mandi dan menggosok pusar agar bersih. Sebab, menurut Alexandria, pusar mengandung campuran bakteri, kotoran, keringat, sabun, lotion, dan potongan serat baju.

"Membersihkan pusar dapat bermanfaat untuk menghilangkan segala bakteri, kotoran, sisa sabun, lotion dan potongan serat baju yang menempel pada pusar. Hal yang lebih memalukan lagi ketika kotoran yang telah menumpuk selama menahun itu diduga kanker kulit oleh pemilik pusar itu saat memeriksakan diri ke dokter," papar Alexandra dikutip dari berbagai sumber, Kamis (22/1/2015).

Ditekankan Alexandria, area pusar semestinya juga dibersihkan seperti anggota tubuh lainnya. Apalagi, di area pusar bisa muncul bau tak sedap atau infeksi yang sering ditandai dengan warna kulit kemerahan, gatal, dan kulit berkeropeng terutama bagi orang yang memiliki tindik di pusarnya.

Meski jarang menimbulkan infeksi dan bau, keadaan seperti timbulnya kondisi omphaloliths, omphaliths, omphalokeratoliths, atau umboliths yang memenuhi area pusar ini juga dapat mengakibatkan infeksi, peradangan, dan bernanah. Menurut penelitian yang diteliti dari North Carolina State University, rata-rata pusar dipenuhi 67 spesies yang berbeda dari setiap bakteri. Nah, hal ini tidak menutup kemungkinan bila pusar yang dimiliki menjorok ke dalam maupun ke luar.

Sehingga, patut diperhatikan untuk selalu membersihkan pusar agar terbebas dari bakteri, keringat, lotion, dan kotoran lain yang ada di dalam pusar. Namun, bagi Anda yang memiliki pusar menjorok ke dalam, cara sederhana yang dapat dilakukan ialah membersihkan lubang pusar dengan cotton bud yang telah dioleskan sabun dan air maupun menggunakan alkohol.

"Sementara, bagi seseorang dengan pusar yang menyembul ke luar, baik karena bawaan lahir atau disebabkan kehamilan, handuk yang telah dioleskan sabun dapat membantu Anda membersihkan kotoran yang ada di pusar," ungkap Alexandria.

Ia menambahkan, jika kondisi pusar tersebut telah di luar kendali yang berarti telah tercium bau dan infeksi saat membersihkan pusar, Alexandria menyarankan untuk memeriksakannya ke dokter kulit agar dapat dibersihkan dengan peralatan yang memadai. Dokter pun akan menentukan kondisi infeksi tersebut apakah infeksi sederhana atau lebih buruk lagi.

(rdn/vit)