Lysergic acid diethylamide (LSD) belakangan ramai disebut-sebut. Sebab Christopher Daniel Sjarif (22) yang menabrak dan menewaskan empat pengguna jalan di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, diketahui sempat mengonsumsi narkotika golongan I ini. Efek konsumsi LSD adalah halusinasi.
Halusinasi merupakan suatu persepsi seseorang akan suatu objek atau stimulus. Tapi sebenarnya objek atau stimulus itu tidak ada atau tidak nyata. Sumber halusinasi adalah dari indra manusia. Berikut ini jenis-jenisnya, dari berbagai sumber:
1. Halusinasi Visual
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Halusinasi Penciuman
Merasa membaui sesuatu yang orang lain tidak merasakannya bisa jadi itu adalah halusinasi penciuman. Yang bersangkutan terkadang mencium bau yang menyenangkan di suatu waktu tertentu, misalnya bau bunga, namun kadang yang bersangkutan merasa mencium bau busuk.
3. Halusinasi Pendengaran
Halusinasi pendengaran adalah wujud halusinasi yang paling umum. Anda mungkin mendengar seseorang berbicara kepada Anda atau memberitahu Anda untuk melakukan hal-hal tertentu. Suara itu bisa saja terdengar marah, berintonasi biasa saja, atau terdengar hangat.
Contoh halusinasi pendengaran adalah mendengar orang berjalan di loteng, padahal tidak ada siapapun di loteng. Mungkin juga merasa berisik karena ada suara seperti orang mengetik, padahal tidak ada siapa-siapa.
"Contohnya merasa seolah-olah ada orang yang berbicara sama dia. Dia mendengar itu. Tapi sebenarnya bersumber pada persepsi seseorang yang ditangkap panca indranya terhadap stimulus, tapi sebenarnya stimulus atau objeknya itu tidak ada," sambung Debora.
4. Halusinasi Sentuhan
Halusinasi ini melibatkan perasaan sentuhan atau gerakan di tubuh. Sebagai contoh, Anda mungkin merasa bahwa ada binatang kecil yang merangkak di kulit atau di sekitar organ tubuh tertentu, padahal sebenarnya tidak ada. Bisa jadi juga Anda merasa seperti ada yang menyentuh tubuh Anda, padahal nyata-nyata tidak ada yang menyentuh.
"Penyebab halusinasi ada banyak, salah satunya adalah karena konsumsi narkoba, seperti salah satunya LSD itu. Beberapa obat-obatan lain ada juga yang bisa memberikan efek stimulan," jelas Debora.
Selain narkoba, konsumsi obat untuk penyakit tertentu seperti penyakit parkinson, depresi, dan obat epilepsi bisa memicu halusinasi. Terlalu banyak menenggak alkohol juga bisa menyebabkan seseorang berhalusinasi. Demikian pula dengan orang yang kurang tidur dan orang yang memiliki penyakit kejiwaan seperti skizofrenia.
Sementara dilihat dari waktunya, menurut situs healthline, dikenal pula halusinasi sementara yang hanya berlangsung singkat. Kondisi ini mungkin terjadi pada seseorang yang baru saja ditinggalkan seseorang yang disayangi, entah karena meninggal atau karena hubungan yang berakhir. Bisa jadi yang ditinggalkan merasa mendengar suara orang terkasih itu sejenak atau melihat sekelebat bayangannya. Padahal itu tidak nyata. Biasanya jenis halusinasi ini menghilang bersamaan dengan semakin pudarnya perasaan sakit atau sedih akibat kehilangan. (vit/vit)











































