Jakarta -
Hampir semua wanita mendambakan pantat yang besar. Lagipula konon pria memang tergila-gila pada wanita dengan bokong seperti ini. Namun ini bukan cuma soal penampilan, sebab pantat nyatanya bisa jadi indikator kondisi kesehatan seseorang.
Indikator apa saja yang dimaksud? Berikut pemaparannya seperti dikutip dari Medical Daily, Minggu (25/1/2015).
1. Diabetes dan kesehatan jantung
Peneliti dari Oxford University menemukan korelasi antara bentuk pantat wanita dengan risiko diabetes dan penyakit jantung yang bisa saja menghampirinya.
Menurut ketua tim peneliti Dr Konstantinos Manolopoulos, pantat, paha dan pinggul yang besar merupakan indikator kesehatan yang baik karena ketiganya dapat menjerat asam lemak dan melindungi tubuh dari berbagai gangguan kesehatan.
Namun pada wanita, hal ini diperkuat dengan kepemilikan hormon estrogen. Itulah mengapa wanita lebih jarang terkena serangan jantung, tak lain karena perlindungan dari hormon ini.
"Akan tetapi ketika mereka memasuki usia menopause dan susunan hormonnya berubah, lemak cenderung menumpuk di tubuh mereka dan mendorong munculnya risiko diabetes dan sakit jantung, seperti halnya pria," terang Manolopoulos.
2. Ambeien
Bila Anda pernah melihat tetesan darah saat buang air besar atau terasa sakit saat duduk dalam waktu lama, bisa jadi ini karena pembuluh darah di anus dan rektum bawah Anda membengkak serta meradang, atau biasa disebut dengan hemorrhoid (ambeien).
Untungnya, kondisi ini mudah ditemukan pada orang-orang berusia 50 tahunan. Biasanya dipicu oleh sembelit dan mengejan terlalu keras saat buang air besar. Ini artinya Anda kurang makan serat, obesitas ataupun kelebihan berat badan.
3. Folliculitis
Folliculitis bukanlah penyakit kulit yang aneh. Hanya tampak seperti jerawat namun tidak ada 'nasi' di ujungnya dan letaknya di pantat maupun paha bagian atas, meskipun bisa saja ditemukan di bagian tubuh lainnya.
Penyebabnya bisa karena infeksi akibat bakteri atau jamur dari pakaian maupun kulit yang sensitif.
4. Kekuatan otot punggung dan kaki
Pantat yang tampak merosot bisa jadi pertanda otot inti (core muscle) yang lemah. Pakar pilates dari New York, Erika Bloom mengungkapkan punggung bagian dalam membantu menstabilkan tulang belakang. Namun bila mereka melemah, maka ini akan mengubah bentuk punggung hingga pantat seseorang.
Begitu juga ketika pinggul tampak lebih tebal. Masalahnya bisa dirunut dari kaki, sebab menurut Bloom, otot kaki yang lemah mengakibatkan tulang paha menjadi menonjol, sehingga pada akhirnya pinggul juga tampak lebih tebal.
Peneliti dari Oxford University menemukan korelasi antara bentuk pantat wanita dengan risiko diabetes dan penyakit jantung yang bisa saja menghampirinya.
Menurut ketua tim peneliti Dr Konstantinos Manolopoulos, pantat, paha dan pinggul yang besar merupakan indikator kesehatan yang baik karena ketiganya dapat menjerat asam lemak dan melindungi tubuh dari berbagai gangguan kesehatan.
Namun pada wanita, hal ini diperkuat dengan kepemilikan hormon estrogen. Itulah mengapa wanita lebih jarang terkena serangan jantung, tak lain karena perlindungan dari hormon ini.
"Akan tetapi ketika mereka memasuki usia menopause dan susunan hormonnya berubah, lemak cenderung menumpuk di tubuh mereka dan mendorong munculnya risiko diabetes dan sakit jantung, seperti halnya pria," terang Manolopoulos.
Bila Anda pernah melihat tetesan darah saat buang air besar atau terasa sakit saat duduk dalam waktu lama, bisa jadi ini karena pembuluh darah di anus dan rektum bawah Anda membengkak serta meradang, atau biasa disebut dengan hemorrhoid (ambeien).
Untungnya, kondisi ini mudah ditemukan pada orang-orang berusia 50 tahunan. Biasanya dipicu oleh sembelit dan mengejan terlalu keras saat buang air besar. Ini artinya Anda kurang makan serat, obesitas ataupun kelebihan berat badan.
Folliculitis bukanlah penyakit kulit yang aneh. Hanya tampak seperti jerawat namun tidak ada 'nasi' di ujungnya dan letaknya di pantat maupun paha bagian atas, meskipun bisa saja ditemukan di bagian tubuh lainnya.
Penyebabnya bisa karena infeksi akibat bakteri atau jamur dari pakaian maupun kulit yang sensitif.
Pantat yang tampak merosot bisa jadi pertanda otot inti (core muscle) yang lemah. Pakar pilates dari New York, Erika Bloom mengungkapkan punggung bagian dalam membantu menstabilkan tulang belakang. Namun bila mereka melemah, maka ini akan mengubah bentuk punggung hingga pantat seseorang.
Begitu juga ketika pinggul tampak lebih tebal. Masalahnya bisa dirunut dari kaki, sebab menurut Bloom, otot kaki yang lemah mengakibatkan tulang paha menjadi menonjol, sehingga pada akhirnya pinggul juga tampak lebih tebal.
(lil/up)