Umami diambil dari bahasa jepang yang berarti lezat dan gurih. Rasa ini banyak ditemukan pada makanan dengan tingkat glutamat tinggi seperti daging, kerang-kerangan, kecap asin, keju, dan makanan tinggi protein lainnya.
Studi yang telah dipublikasi di jurnal Flavor mengembangkan tes kepekaan umami dan menggunakannya kepada 44 responden. Dari hasil tes mereka yang memiliki masalah merasakan umami mengeluh makanan tidak enak dan sulit makan dengan normal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbagai macam penyakit serta pengobatannya dapat memberikan efek samping seperti mengurangi produksi air liur. Hal ini kemudian berujung pada kacaunya indra perasa.
"Rasa umami mendorong sekresi air liur dan air liur sangat mempengaruhi fungsi oral seperti sensasi rasa," tulis peneliti dalam studinya seperti dikutip dari BBC pada Selasa (27/1/2015).
"Oleh karena itu fungsi rasa umami tampaknya memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan oral dan tubuh secara keseluruhan," imbuh peneliti.
Selain di lidah, reseptor rasa umami juga diyakini peneliti ada di dalam perut yang berarti rasa umami mungkin juga berperan dalam pencernaan.
(vit/vit)











































