Dikutip dari Dailymail, Senin (2/2/15) obesitas dan kebiasaan merokok pada seorang ibu dapat mempengaruhi perubahan gen yang diturunkan ke anaknya. Para peneliti di University of Southampton menemukan bahwa wanita yang memiliki gaya hidup buruk selama dan setelah kehamilan memungkinkan untuk memiliki anak yang obesitas.
Menurut penelitian ada 5 jenis gaya hidup yang membuat seorang perempuan berisiko memiliki anak dengan berat badan berlebih. Gaya hidup itu yakni obesitas sebelum hamil, kadar vitamin D rendah, merokok selama kehamilan, kelebihan berat badan selama hamil, dan tidak mampu menyusui selama lebih dari sebulan. Hal-hal itu dapat menyebabkan 47 persen ibu memiliki anak berbobot lemak tinggi di usia 6 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition, penelitian ini didasarkan pada 991 pasang anak dan ibu yang ikut dalam Southampton Survey's Women. Hampir setengah dari wanita usia subur yang diteliti memiliki berat badan berlebih dan 15 persen wanita hamil memiliki kelebihan berat badan yang berbahaya. Hasilnya, wanita yang kelebihan berat badan menunjukkan 3,99 kali memiliki anak gemuk di usia 4-5 tahun dan 4,65 kali lebih gemuk di usia 6 tahun.
Di masa lalu, para peneliti berpikir bahwa hanya DNA alami yang mampu memengaruhi komposisi tubuh seorang anak. Namun, penelitian terbaru menyatakan bahwa gaya hidup dapat mempengaruhi perubahan pada gen yang nantinya akan diturunkan ke anak.
Profesor Sarah Robertson dari University of Adelaide mengatakan, "Orang dulu berpikir gaya hidup tidak akan mempengaruhi perkembangan anak nantinya. Kenyataannya, gaya hidup yang kita jalani sekarang akan menurun pada anak melalui perubahan gen."
Baca juga: Bobot 20 Kg di Usia yang Baru 10 Bulan, Ada Apa dengan Bayi Ini?
Profesor Cyrus Cooper, Direktur Unit Epidemiologi dari Medical Research Council di Southampton menyebut mereka melakukan penelitian itu untuk memahami bagaimana peran makanan dan gaya hidup ibu memengaruhi perkembangan dan komposisi tubuh anaknya. Ia berharap agar penelitian ini bisa menjadi suatu kebijakan penting untuk merancang intervensi masa depan yang bertujuan mengoptimalkan komposisi tubuh anak bagi kesehatan seumur hidup.
"Temuan ini dapat menjadi implikasi penting untuk pencegahan obesitas sejak dini," tutupnya.
(vit/vit)











































