Sebanyak lima pengidap gangguan jiwa berat di Desa Budiasih, Ciamis dirujuk ke RS Jiwa Cisarua, Bandung. Sebagian sudah bertahun-tahun hidup dalam pasungan, tanpa mendapatkan penanganan secara medis.
Kepala Desa Budiasih, Asep Suryana mengatakan faktor ekonomi menjadi alasan para warga tidak memeriksakan kesehatan jiwanya ke dokter. Bertahun-tahun, para pengidap gangguan jiwa berat ini dipasung dan hanya diobati oleh dukun.
"Kebanyakan alternatif, karena faktor ekonomi. Kalau ke dokter jiwa butuh biaya cukup mahal," ujar Asep, saat ditemui detikHealth baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam keadaan ngamuk, penanganan utama adalah obat dulu. Nanti ketika sudah mulai bisa berpikir, barulah psikoterapi bisa masuk," kata dr Iwan Arijanto, SpKJ, psikiater dari RSUD Ciamis.
Pemerintah Kabupaten Ciamis mengakui, pihaknya kecolongan atas banyaknya pengidap gangguan jiwa di wilayahnya. Banyaknya pengidap gangguan jiwa di Ciamis secara keseluruhan sudah terjadi bertahun-tahun, namun baru belakangan ini saja mencuat ke permukaan.
"Unsur pemerintah itu harus dekat dengan masyarakat. Jangan hanya menunggu," kata Bupati Ciamis, Iing Syam Arifin.
Baca juga: Belasan Tahun Terpasung: Sungkem si Mamad Saat Dijemput Petugas RS Jiwa











































