Reseptor Insulin Terganggu, Anak Obesitas Lebih Berisiko Kena Diabetes

Reseptor Insulin Terganggu, Anak Obesitas Lebih Berisiko Kena Diabetes

- detikHealth
Selasa, 03 Feb 2015 07:20 WIB
Reseptor Insulin Terganggu, Anak Obesitas Lebih Berisiko Kena Diabetes
Illustrasi: Thinkstock
Jakarta -

Saat lahir, bayi dengan tubuh gemuk dan pipi chubby memang menggemaskan. Tapi, jika seiring perkembangan usia berat badan si kecil justru makin bertambah apalagi sampai mengalami obesitas, ia pun berisiko tinggi terkena diabetes.

Dijelaskan dr Indra Wijaya SpPD, MKes, bayi baru lahir memang biasanya gemuk. Tapi seiring berjalannya waktu, umumnya lemak-lemak di dalam tubuh yang berfungsi untuk menghangatkan badan atau lemak cokelat (fat brown) berangsur-angsur berkurang.

"Biasanya kita lihat berat badannya ideal atau nggak sesuai tinggi badannya, itu bisa dilihat di flow chart. Ada grafik pertumbuhan dan berat badan. Dipantau terus di usia 1, 3, 4 tahun kok tetap gemuk dan cenderung obesitas, itu jadi faktor risiko diabetes," tutur dr Indra saat berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Selasa (3/2/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Bobot Bertambah Cepat, Bayi Chubby Rentan Kena Asma

Dengan kata lain, lanjut dr Inda, obesitas memang menjadi faktor risiko diabetes dan sindrom metabolik. Sehingga, penting bagi orang tua untuk mengatur pola makan dan olahraga anak sejak dini agar risiko obesitas bisa dihindari.

"Kalau anak obesitas, yang dipengaruhi itu reseptor insulinnya. Kan dalam kondisi kegemukan, tubuh mengalami inflamasi sistemik yang menyebabkan gangguan reseptor insulin," kata dokter yang praktik di Siloam Hospital Karawaci ini.

Insulin memang ada, tapi dikatakan dr Indra insulin tidak bisa bekerja dengan baik karena reseptornya terganggu. Maka dari itu, kadar gula darah cenderung tinggi. Diibaratkan, terganggunya reseptor insulin membuat seseorang yang sebenarnya di tubuhnya memiliki insulin tetapi seperti tidak punya insulin.

"Karena reseptornya jadi nggak connect. Nah, kondisi tersebut yang kita sebut dengan resistensi insulin," ucap dr Indra.

Baca juga: Lebih Dari Dua Gelas Sehari, Susu Justru Berisiko Picu Obesitas Anak

(rdn/up)

Berita Terkait