Rabu, 04 Feb 2015 09:35 WIB

Mantapkan Niat, Kunci Agar Tak Stres Menjalani Gaya Hidup Sehat

- detikHealth
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Melakukan gaya hidup sehat sejak muda merupakan salah satu bentuk pencegahan kanker. Hanya saja, masih banyak anak muda yang kesulitan melakukan hal tersebut.

Ketua Komisi Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN) Prof Soehartati Gondhowiardjo, PhD, mengatakan bahwa memang su‎lit mengubah haya hidup seseorang secara tiba-tiba. Apalagi jika sebelumnya orang tersebut sudah terbiasa menjalani gaya hidup yang tak sehat seperti merokok dan minum alkohol.

"Memang sulit ya, bukan hanya anak muda saja. Pasien yang terdiagnosis kanker juga harus langsung mengubah gaya hidupnya. Bahkan ada juga yang jadinya stres karena terpaksa merubah gaya hidup," tutur dokter yang akrab disapa Prof Tati tersebut dalam temu media di RSCM, Jl Pangeran Diponegoro, Cikini, Jakarta Pusat, seperti ditulis Rabu (4/3/2015).

Baca juga: Profesor Gizi: Makan Itu Hiburan, 'Nikmati' Saja Asal Tak Berlebihan

‎Untuk itu, ia menyarankan agar perubahan haya hidup harus didasari oleh niat yang mantap. Jika niat untuk hidup lebih sehat kuat, upaya yang dilakukan tentunya lebih maksimal dan tak akan membuat seseorang terbebani atau stres.

"Jadi mulainya dari hari, bukan dari kepala (otak). Kalau dari otak, sifatnya akan memerintah. Kalau hatinya nggak siap nanti ada pergolakan dan jadinya stres. Stres juga kan bisa jadi pemicu kanker," tandas dokter yang juga Kepala Departemen Radioterapi RSCM tersebut.

Tentu saja, menjalankan gaya hidup sehat bukan berarti hanya boleh makan makanan rebusan saja. Salah satu sebab paling umum sulit untuk melakukan haya hidup sehat adalah anggapan soal makanan yang terbatas.

Menurut Prof Tati, menjalankan gaya hidup sehat dan diet seimbang bukan hanya dengan memakan kacang, ubi atau kentang saja. Seseorang boleh tetap makan enak, namun harus disiasati agar porsi makannya tak berlebihan.

"Misalnya lagi pesta atau kondangan, tentu makanannya kan sate, kambing dan lain lain. Boleh saja makan-makanan itu cuma disiasati, jangan berlebihan. Kalau nggak makan nanti lapar, kalau lapar stres lagi nanti," ungkapnya sembari tertawa.

Baca juga: Hati-hati, Stres 'Pengaruhi' Otak Agar Nafsu Makan Jadi Meningkat

(mrs/up)