5 Manfaat Musik untuk Kesehatan

5 Manfaat Musik untuk Kesehatan

- detikHealth
Rabu, 04 Feb 2015 10:36 WIB
5 Manfaat Musik untuk Kesehatan
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta -

Musik telah lama digunakan orang untuk mengekspresikan diri. Mendengarkan musik juga bisa digunakan sebagai penyemangat diri selama belajar atau berolahraga. Ahli saraf menemukan aktivitas mendengarkan musik dapat menstimulasi emosi positif yang terdapat di pusat otak. Hal itu karena hormon domapin terangsang dan menimbulkan rasa senang.

Ahli saraf musik (music's neurological) mengatakan bahwa musik memiliki peran historis dalam proses penyembuhan dan ritual budaya. Hal itu yang membuat para ahli mempertimbangkan cara musik meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan. Misalnya dapat membantu pasien selama pemulihan pasca operasi atau dapat meningkatkan hasil bagi penderita alzheimer. Dalam beberapa kasus, dampak positif musik terhadap kesehatan lebih kuat daripada obat-obatan.

Nah, berikut ini merupakan dampak positif musik bagi kesehatan dikutip dari jurnal Greater Good Science Center, UC Berkeley, dan ditulis pada Rabu (4/2/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Mengurangi Stres dan Gangguan Kecemasan

Musik dapat mencegah gangguan kecemasan yang biasanya ditandai dengan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah sistolik. Serta, dapat menurunkan kadar kortisol (seluruh tanda biologis akibat stres). Dalam sebuah studi, peneliti menemukan penurunan kadar kortisol plasma pada salah satu pasien pasca operasi perbaikan hernia yang mengengarkan musik setelah operasi. Sehingga penggunaan morfin yang dipakai untuk mengatasi rasa sakit dikurangi secara signifikan.

Baik memainkan musik atau mendengarkannya, kedua aktivitas ini menimbulkan efek relaksasi atau ketenangan. Hal ini terjadi dalam suatu penelitian pada 272 bayi prematur. Hasilnya, bayi mengalami perkembangan yang baik. Orang tua bayi pun mengalami penurunan stres saat bayi didengarkan musik instrumental atau mereka menyanyikan lagu nina bobo selama tiga kali seminggu selama perawatandi NICU.

Meski ada faktor lain yang memengaruhi, misalnya efek positif dari kontak sosial, setidaknya penelitian ini menemukan musik sebagai cara yang unik dalam mengurangi kecemasan dan stres selama anak berada di rumah sakit dan tidak memiliki banyak interaksi sosial.

2. Mengurangi Rasa Sakit

Studi tahun 2013 menemukan bahwa mendengarkan musik sekali sehari selama empat minggu bisa mengurangi rasa sakit pada pasien fibromyalgia, yaitu penyakit yang ditandai dengan nyeri muskuloskeletal. Nah, jika dibandingan dengan kelompok yang tidak mendengarkan musik, kelompok orang yang rutin mendengarkan musik mengalami pengurangan rasa sakit dan menunjukan tingkat depresi yang lebih sedikit.

Pada penelitian lain, pasien yang akan menjalani operasi tulang belakang ditugaskan mendengarkan musik yang dipilih sendiri pada malam sebelum operasi. Aktivitas itu terus dilakukan sampai hari kedua setelah operasi. Hasilnya, kelompok yang mendengarkan musik merasakan rasa sakit yang lebih sedikit daripada kelompok yang tidak mendengarkan musik.

Meskipun, sampai saat ini belum diketahui secara jelas mengapa musik dapat mengurangi rasa sakit, musik disebut memiliki peranan penting dalam pelepasan dopamin. Sehingga, musik dapat mengurangi tingkat stres dan rasa sakit akibat operasi tersebut.

3. Meningkatkan Fungsi Kekebalan Tubuh

Peneliti di Universitas Wilkes menemukan bahwa musik meningkatkan IgA (antibody utama sistem imun dalam pertahanan terhadap penyakit). Studi tersebut meneliti kadar IgA mahasiswa program S1 sebelum mendengarkan salah satu musik dari 4 kondisi, yaitu mendengarkan nada klik, siaran radio, musik yang menenangkan, dan tidak mendengarkan musik sama sekali.

Pada mahasiswa yang mendengarkan musik berirama tenang mengalami peningkatan IgA secara signifikan daripada keempat kondisi lain. Sehingga penelitian ini menunjukan bahwa paparan musik (bukan suara lain) dapat meningkatkan sistem imun.

Penelitian lain yang dilakukan Massachusetts General Hospital menunjukan bahwa mendengarkan mozart piano sonatas dapat mengurangi tingkat hormon stres dan menenangkan pasien kritis karena efeknya bisa mengurangi tingkat hormon stres dan mengurangi tekanan darah pada kadar interleukin 6. Interluekin 6 adalah protein yang menyebabkan penyebab kematian lebih tinggi seperti diabetes dan gangguan jantung.

4. Membantu Meningkatkan Ingatan

Penelitian yang terbit di jurnal Memory & Cognition tahun 2014, menganalisa mahasiswa yang sedang mempelajari bahasa Hungaria. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengucapkan bahasa tanpa irama (bicara biasa), berbicara sambil berirama, dan berbicara sambil menyanyikan frasa dalam bahasa asing. Setelah itu ketika mereka diminta untuk mengingat, pada kelompok yang menghafal sambil bernyanyi menunjukan hasil yang lebih baik daripada dua kelompok lain.

Nah para peneliti juga meneliti kelompok yang menderita kehilangan memori karena sakit seperti alzheimer dan stroke. Pada pasien stroke mereka didengarkan musik atau sebuah rekaman isi buku yang diteliti moodnya, kualitas hidup, dan perkembangan kognitif selama tiga hingga enam bulan pasca stoke. Hasilnya menunjukan musik secara signifikan meningkatkan fungsi verbal memori dan menurunkan tingkat depresi.

Sementara pada penelitian lain, ilmuwan meneliti beberapa penyandang dementia secara acak yang diberikan latihan menyanyi selama 10 minggu. Dalam 10 minggu atau lebih, hasilnya dapat mengubah mood, ingatan, peningkatan fokus pada atensi, dan manfaat lain.

5. Bersemangat Dalam Berolahraga

Peneliti Inggris meneliti 30 partisipan yang dibagi menjadi 2 kelompok, ada yang mendengarkan lagu bersifat motivasi dan ada pula yang tidak mendengarkan lagu motivasi atau tidak sama sekali tidak mendengarkan lagu selama berjalan di treadmill. Hasil penelitian itu menunjukan durasi yang lebih lama dalam berolahraga pada kelompok orang yang mendengarkan musik, terutama yang mendengarkan musik motivasi.

Nah, pada studi yang berbeda, para peneliti mengukur tingkat konsumsi oksigen pada orang yang mendengarkan musik dengan tempo berbeda saat bersepeda. Penelitian itu menunjukan, ketika pengendara sepeda mendengar musik beat mereka mengayuh sepeda dengan cepat yang tersinkronisasi pada pergerakan tubuhnya. Nah saat mendengarkan musik beat, oksigen yang dihasilkan lebih banyak daripada saat mendengarkan musik dengan tempo pelan.

"Musik berfungsi untuk memfokuskan atensi, semangat hidup, membangkitkan emosi, mengubah mood, meningkatkan pekerjaan, dan mendorong gerakan selama berolahraga," tutur Peter terry dan Costas Karageorghis, peneliti di bidang olahraga.
Halaman 4 dari 6
(vit/vit)

Berita Terkait