Jumlah penderita kanker di seluruh dunia diperkirakan akan naik hingga 300 persen di 2030. Sebagian besar kasusnya berasal dari negara berkembang, termasuk Indonesia.
"Tahun 2030 penderita kanker naik 200-300 persen, 60-70 persen di antaranya dari negara berkembang," kata dr Endang Nuryadi, SpRad dari RS Cipto Mangunkusumo, ditemui dalam kampanye Hari Kanker Sedunia di Tugu Tani, Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2015).
Peningkatan tersebut dipicu oleh banyak faktor, seperti polusi, konsumsi rokok, makanan tidak sehat, serta paparan ultra violet. Bahkan, infeksi beberapa jenis virus seperti HPV (Human Papiloma Virus) juga bisa memicu kanker.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan oleh dr Endang, kanker muncul ketika sel-sel normal dalam tubuh bermutasi secara tidak terkontrol. Mutasi dipicu oleh zat-zat yang disebut karsinogen.
Beberapa jenis kanker sangat mematikan, tetapi untungnya sangat bisa dicegah antara lain dengan pola hidup sehat. Kalaupun harus kena, kanker juga bisa diobati. Makin dini terdeteksi, makin besar kemungkinannya untuk diobati.
"Misalnya terdeteksi pada stadium 1, peluang untuk bertahan hidup sampai 10 tahun berikutnya bisa 90 persen. Tapi kalau terdeteksi pada stadium 4, mungkin kurang dari 50 persen," tambah dr Endang.
Baca juga: Ini Pesan Jupe untuk Para Pasien Kanker











































