Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada hari ini merupakan momentum yang tepat untuk mengkampanyekan gaya hidup sehat. Termasuk pola makan dengan gizi seimbang, yang kadang-kadang sulit diterapkan karena saking banyaknya godaan.
Salah satunya, seperti yang teramati di seputaran Tugu Tani, Jakarta Pusat hari ini. Usai membagikan brosur tentang pencegahan kanker ke masyarakat, sekitar 5 orang relawan Hari Kanker Sedunia dengan kaos berlabel 'Tenaga Medis' memilih sarapan junk food di sebuah gerai makanan cepat saji.
"Iya nih, padahal barusan ngajak hidup sehat ya? Hehehe," kata salah seorang di antaranya, seperti ditulis Rabu (4/2/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Begini Cara Menjaga Pola Makan Agar Tak Mudah Kena Kanker
Kepada detikHealth, ahli kanker Prof Soehartati Gondhowiardjo, PhD dari Departemen Radioterapi RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) pernah menyampaikan bahwa asupan sayur dan buah perlu diperbanyak untuk menangkal efek radikal bebas. Di dalam tubuh, radikal bebas bisa memicu mutasi sel-sel penyebab kanker.
Asupan bahan-bahan tambahan seperti pengawet dan penyedap rasa juga perlu dibatasi. Untuk asupan protein hewani, dianjurkan untuk beralih dari hewan budi daya ke hasil laut. Ikan dari laut tengah dan dalam lebih dianjurkan, sebab ikan permukaan banyak tercemar merkuri.
Tidak kalah penting, konsumsi rokok dan alkohol harus dihindari. Banyak minum air putih, kurangi miuman manis dan perbanyak aktivitas fisik. Kalaupun tidak punya waktu untuk olahraga, sempatkan jalan cepat seribu langkah tiap hari.
Baca juga: Penderita Kanker Naik 300 Persen di 2030, Terbanyak di Negara Berkembang
(up/vit)











































