"Belum terlihat adanya pola diare. Biasanya setelah 3 hari banjir baru terlihat. Tapi ini kita jaga agar jangan sampai ada yang diare. ISPA dan masalah kulit seperti gatal-gatal, itu 90 persen yang tampak," ujar Kasubdinkes Jakarta Utara, Bambang Suheri, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Selasa (10/2/2015).
Baca juga: Banyak Banjir, Dokter Sarankan Selalu Pakai Sepatu Bot di Jalan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut informasi yang dikumpulkan Bambang, ada sekitar 100 titik pengungsian, termasuk yang kecil-kecil di mana hanya terdapat kurang dari 10 orang. Meski demikian pihaknya tetap berupaya menjangkau semua titik pengungsian.
"Kalau masih ada yang belum mendapat bantuan, saya rasa karena aksesnya. Tapi dengan air yang sudah surut semoga bisa terjangkau," lanjut Bambang.
Baca juga: Jelang Musim Hujan, Ini Pesan Menkes Nila untuk Gubernur Jakarta
Dikatakan dia, semalam dirinya dan 25 staf menginap lantaran akses di seputaran Jakarta Utara yang lumpuh. Beberapa tenaga kesehatan di puskesmas juga menginap, selain memberikan layanan kesehatan pada warga juga dikarenakan akses meninggalkan lokasi yang tidak memungkinkan.
"Ada kesulitan akses rujukan juga, terkait banjir ini. Dipikirkan cara agar rujukan tetap bisa berjalan," ucap Bambang.
(vit/rdn)











































