Hal ini diungkapkan peneliti dari Brunel University London di mana mereka menemukan pria yang tampan cenderung kurang murah hati dan tidak terlalu mendukung adanya kesetaraan terhadap kaum wanita.
Namun, keegoisan ini disebut para peneliti tidak berlaku bagi wanita yang menarik, demikian dilaporkan Medical News Today. Nah, untuk studi ini ketua peneliti Michael Pride, MD dan timnya melibatkan 63 pria dan 62 wanita.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengukur tubuh peserta menggunakan body scanner 3D dan memberi penilaian daya tarik berdasarkan ukuran tubuh mereka, termasuk rasio pinggang-dada untuk pria dan rasio pinggang-pinggul untuk perempuan, serta Body Mass Index-nya," tutur Price.
Selain itu, peserta juga diminta mengisi kuisioner terkait kepribadian mereka tentang sikapnya yang berhubungan dengan keegoisan dan kesetaraan. Untuk tes ini, mereka diberi uang dan diminta memutuskan berapa banyak uang yang akan mereka bagi dengan orang lain.
"Hasilnya menunjukkan bahwa pria dengan skor daya tarik lebih tinggi cenderung lebih egois dan kurang mendukung adanya kesetaraan dibanding mereka yang skor daya tariknya lebih rendah," kata Price dalam laporannya di jurnal Evolutionary Psychology, dikutip pada Rabu (11/2/2015).
Namun, pada wanita, tidak ditemukan pengaruh antara nilai daya tarik dengan tingkat keegoisan mereka. Namun, Price menegaskan bisa saja keegosian atau rasa kesamaan sosial pada tiap orang ditentukan oleh tabiat dan pembawaan masing-masing individu.
Baca juga: Sekali-sekali Egois Boleh Kok
"Perlu diingat bahwa masing-masing orang memiliki karakter berbeda-beda dan bisa saja mereka yang memiliki daya tarik tinggi juga tidak egois dan lebih mendukung adanya kesetaraan. Kemungkinan seperti itu tetap saja ada," tutur Price.
(rdn/up)










































