Dikutip dari Daily Mail pada Kamis (12/2/2015) sejak usia 14 tahun, Alexandra yang tinggal di kota Volgograd, Rusia, sangat menginginkan bisa menjadi model. Saat dirinya berusia 17 tahun, Alexandra masuk ke sekolah model. Namun, direktor sekolah tersebut mengatakan bahwa ia harus memiliki tubuh setinggi 183 cm untuk menjadi seorang model.
Baca juga: Konsultasi Gizi: Asupan Penambah Tinggi Badan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya, kedua orang tua Alexandra tidak menyetujui niat perempuan itu untuk menjalani prosedur pemanjangan kaki. Apalagi sang ibu tingginya 158 cm dan sang ayah 168 cm. Sehingga Alexandra sebenarnya memiliki riwayat keluarga yang badannya tidak terlalu tinggi. Namun, dengan tekad yang kuat, ia berhasil meyakinkan kedua orang tuanya. Alexandra mulai bekerja dan menabung untuk membiayai operasi pemanjangan kaki itu.
Ia bekerja di sebuah universitas sebagai asisten ayahnya yang menjadi dosen teknik.
Akhirnya Alexandra berhasil mengumpulkan uang sekitar Rp 116 juta untuk membiayai operasinya. Operasi yang dijalani memang tidak sepele. Kakinya dibedah, kemudian kakinya 'dipatahkan' untuk memberi celah antara lutut dengan kaki bagian bawahnya. Selanjutnya dipasang logam cincin di antara celah tersebut.
Baca juga: Ini Sebabnya Terapi Hormon Pertumbuhan Messi Masih Kontroversial
Logam cincin itu akan menyatu dengan tulang kakinya, sehingga ketika pulih, tulangnya yang patah akan tumbuh bersama. Logam cincin tersebut memiliki skrup yang akan diputar sebanyak empat kali sehari untuk meregangkan kaki. Hal itu akan membuatnya bertambah tinggi 1 milimeter per hari.
"Operasi pertama berjalan dengan sangat baik, dan dalam 9 bulan saya berhasil menambah tinggi 6 cm," kata Alexandra.
Perempuan berusia 30 tahun itu berencana melakukan dua operasi lagi pada beberapa tahun yang akan datang agar di tahun 2018 tubuhnya berhasil mencapai tinggi 183. "Saya mungkin saat itu sudah terlalu tua menjadi model. Tapi saya akan mewarnai rambut pirang saya dan setidaknya saya terlihat seperti model," ujarnya.
Prosedur yang dijalani Alexandra dikenal sebagai Ilizarov apparatus method. Prosedur ini memiliki kemungkinan komplikasi yang cukup rumit seperti nyeri hebat, kontraksi sendi, dan pembengkakan. Metode Ilizarov untuk memanjangkan kaki pertama kali ditemukan oleh ahli bedah orthopaedi Gavriil Abramovich Ilizarov dari Uni Soviet.
(vit/vit)











































