Kemacetan yang sering terjadi umumnya hanya dianggap menyebalkan. Tanpa disadari, paparan asap polusi dari kendaraan bermotor yang terus-menerus saat macet juga bisa memberikan efek buruk lain bagi tubuh.
Studi yang dilakukan baru-baru ini oleh University of Surrey menunjukkan bahwa seperempat dari ekspos terhadap polutan udara berbahaya terjadi saat lampu merah dan macet.
Polusi udara dianggap sebagai salah satu dari 10 faktor risiko terbesar bagi kesehatan manusia. Menurut US Environmental Protection Agency, paparan polusi udara meningkatkan risiko kondisi kesehatan yang serius, seperti kerusakan hati, kanker, dan kerusakan sistem saraf.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Polusi udara baru-baru ini ditempatkan di atas 10 risiko kesehatan yang dihadapi oleh manusia secara global. WHO juga mengaitkan polusi udara dengan 7 juta kematian prematur setiap tahunnya," ungkap penulis studi ini, Dr Prashant Kumar, dikutip dari The American Association for the Advancement of Science, Senin (16/2/2015).
Polusi udara juga telah dikaitkan dengan masalah kesehatan mental, dengan studi terbaru menunjukkan bahwa polusi udara juga kemungkinan berperan dalam perkembangan autisme dan skizofrenia.
Studi ini juga menemukan bahwa semakin dekat jarak mobil saat berhenti, maka konsentrasi polusi yang terbentuk dan menyebar juga semakin tinggi. Selain pengemudi, pejalan kaki di sekitar area tersebut juga berisiko.
"Cara terbaik untuk membatasi eksposur Anda adalah menutup rapat jendela dan coba beri jarak sedikit lebih jauh dengan mobil di depan Anda," imbuh Kumar.
Baca juga: Wuih! Masih SMP, Dua Bocah Ini Mampu Buat Alat untuk Kurangi Polusi Udara
(ajg/vit)











































