Kasus dua pasien meninggal beberapa saat setelah menjalani operasi dan mendapat suntikan obat berlabel Buvanest Spinal di RS Siloam Karawaci, menjadi sorotan publik. Untuk mendalami kasus tersebut, Komisi IX DPR yang membidangi kesehatan membentuk Panja Pengawasan. Kunjungan kerja ke RS Siloam Karawaci dan dan Kalbe Farma selaku produsen obat Buvanest itu juga akan dilakukan.
"Selain investigasi kasus meninggalnya dua pasien di RS Siloam, Panja pengawasan juga akan melihat sistem produksi obat di PT Kalbe Farma, apakah sudah memenuhi prosedur atau belum," kata anggota Komisi IX DPR, Amelia Anggraini, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/2/2015).
Baca juga: Ini Hasil Investigasi Awal BPOM Soal Dugaan Isi Obat Anestesi Tertukar
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara, kunker ke Kalbe Farma, kita ingin melihat bagaimana proses labelling, packaging," sambung politikus Partai NasDem ini.
Baca juga: Temukan Sampel Obat Tertukar, Kalbe Mengaku Sudah Sesuai Prosedur
Pada Rabu (18/2) lalu, Komisi IX DPR telah mengajak bertemu Menkes, Kalbe Farma, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta RS Siloam Karawaci untuk mencari kejelasan kasus dua pasien meninggal tersebut. Dalam kesempatan itu Komisi IX mendesak pemerintah, terutama Kemenkes, untuk segera menyelesaikan proses investigasi. Pengusutan ini mesti dilakukan secara transparan dan hasilnya segera diumumkan ke publik.
Kemenkes juga diminta memerhatikan seluruh hak korban agar dipenuhi. Sanksi tegas harus diterapkan jika memang ada pihak yang terbukti bersalah.
(vit/vit)











































