Hal ini dikatakan oleh peneliti dari Yale University, Amerika Serikat, membuat seseorang yang hanya terpapar matahari dengan singkat seperti terus berada di bawah paparannya. Risiko kanker kulit pun menjadi tetap ada bahkan saat orang tersebut berteduh.
Baca juga : Jangan Salah, Kulit Tetap Bisa Terpapar Sinar UV Meski di dalam Ruangan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah diteliti ternyata melanin yang telah menyimpan energi radiasi itu memicu reaksi kimia dan bisa merusak DNA (deoxyribonucleic acid) seseorang. Dalam tes di laboratorium kerusakan yang dialami kulit terus terjadi empat jam setelah terekspos sinar UV.
"Reaksi ini sama seperti kunang-kunang saat mereka menghasilkan energi untuk bersinar, hanya saja semua energi di melanin ditransferkan ke DNA," kata Brash seperti dikutip dari BBC pada Jumat (20/2/2015).
"Setengah atau bahkan lebih dari kerusakan DNA tidak terjadi saat di pantai tapi di dalam mobil saat kembali pulang," imbuhnya.
Dalam penelitian yang telah dipublikasi di jurnal Science Brash menyarankan agar orang-orang menhindari ekspos sinar matahari pada pukul 11:00 sampai 15:00.
Ia dan timnya berharap dapat segera menciptakan krim sunscreen yang menggabungkan proteksi seperti pada sunscreen umumnya ditambah mampu menyerap energi dari melanin.
Baca juga: Begini Cara Tepat Melindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
(fds/vit)











































