DPR Terus Usut Kasus Dugaan Obat Tertukar, Siapa yang Salah?

Obat Anestesi Bermasalah

DPR Terus Usut Kasus Dugaan Obat Tertukar, Siapa yang Salah?

- detikHealth
Jumat, 20 Feb 2015 18:45 WIB
DPR Terus Usut Kasus Dugaan Obat Tertukar, Siapa yang Salah?
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Komisi IX DPR RI yang membidangi masalah kesehatan mengunjungi RS Siloam Karawaci dan Kalbe Farma terkait tewasnya dua pasien setelah menjalani operasi dan mendapat suntikan obat berlabel Buvanest Spinal. ‎Apa temuan dari kunjungan kerja itu?

"Belum ada kesimpulan. Diduga terjadi mixed up, tapi apakah kesalahannya di pabrik atau dokter karena ternyata ampulnya sangat mirip, belum (diketahui letak kesalahannya)," kata Wakil Ketua Komisi IX Pius Lustrilanang‎ yang memimpin kunjungan ke Kalbe Farma kepada detikHealth, Jumat (20/2/2015).

Dalam tinjauannya, rombongan ‎ DPR mencermati prosedur yang berlaku di salah satu pabrik farmasi terbesar yang berada di Cikarang itu. Mereka lalu mencari tahu akar masalah dugaan tertukarnya isi obat antara obat anestersi Buvanest Spinal dengan Asam Tranexamat Generik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara spesifik, para politisi Senayan itu meninjau fasilitas produksi larutan injeksi di Line 6 yang sementara berhenti beroperasi karena mencuatnya kasus dugaan tertukarnya isi obat dan menyebabkan dua orang tewas.

Baca juga: Dalami Dugaan Obat Tertukar, DPR Pertanyakan SOP di Pabrik Kalbe Farma

Pius mengatakan, semua hasil pengamatan terhadap pabrik Kalbe Farma juga tinjauan ke RS Siloam tempat korban sebelumnya dirawat, akan menjadi bahan masukan bagi Panja Pengawasan yang dibentuk Komisi IX.

‎"Ada upaya yang sudah dilakukan untuk mencegah terjadinya kesalahan yang sama. Terutama menghentikan produksi, menarik barang yang sudah beredar kemudian menginformasikan seluasnya bahaya yang mungkin timbul dari ampul injeksi ini," ujar politisi Gerindra itu.
 
"Hasil dari Panja nanti sifatnya rekomendasi (bagi pemerintah -red)," lanjut mantan aktivis era Orde Baru itu.

Sebelumnya, dua pasien meninggal dunia di RS Siloam Karawaci, Tangerang, beberapa saat setelah mendapat suntikan anestesi berlabel Buvanest Spinal. Diduga isi obat itu tertukar dengan Asam Tranexamat‎.

Buvanest merupakan injeksi anestesi yang mengandung Bupivacaine 5 mg/mL, sedangkan Asam Tranexamat merupakan obat untuk mengatasi perdarahan. Keduanya merupakan obat injeksi dengan kemasan berbentuk ampul atau vial.

Kalbe Farma sebelumnya telah menyampaikan penjelasan kepada Otoritas Jasa Keuangan bahwa pihaknya melakukan penarikan dua produknya yakni seluruh batch Buvanest Spinal 0,5 persen Heavy 4 ml dan Asam Tranexamat Generik 500 mg/Amp 5 ml dengan nomor batch 629668 dan 630025. Penarikan sukarela dilakukan pada 12 Februari 2015.

Baca juga: Buvanest dan Asam Tranexamat Dinilai Mirip, Ini Tanggapan Kalbe

(iqb/up)

Berita Terkait