Jakarta -
Separuh wajah Rano Karno, aktor senior yang segera menjadi gubernur definitif Banten, kaku karena terserang bell's palsy. Kakunya separuh wajah Rano mengakibatkan mulutnya terlihat miring, dan tampak agak menyulitkan saat berbicara.
Nah, di bawah ini beberapa fakta tentang bell's palsy yang dikutip detikHealth dari berbagai sumber dan ditulis pada Kamis (26/2/2015):
1. Diambil dari Nama Ahli Bedah
Penyakit bell's palsy adalah penyakit yang menimbulkan kelumpuhan, khususnya pada wajah. Nama penyakit ini diambil dari nama seorang ahli bedah Skotlandia, Charles Bell (1774 – 1842).
2. Penyebab
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
Penyakit ini bisa diakibatkan oleh infeksi virus herpes atau virus varicella zoster yang tinggal di saraf dan aktif ketika sistem kekebalan tubuh sedang melemah. Virus ini memicu peradangan di saraf wajah sehingga menyebabkan terjadi kompresi yang pada gilirannya membuat otot jadi lumpuh serta wajah jadi terkulai.
Kaku pada satu sisi wajah terjadi karena selubung sarafnya membengkak. Bell's palsy bisa juga dialami karena dingin, misalnya akibat tidur dengan AC yang terlalu menyorot satu sisi wajah saja. Bisa juga karena tidur di lantai dengan satu sisi wajah menempel di lantai yang dingin. Perlu digarisbawahi, bell's palsy berbeda dengan gejala stroke.
3. Gejala
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
Gejala yang muncul meliputi rasa sakit yang parah, kehilangan kemampuan mengecap atau sensasi di lidah, serta kesulitan makan dan berbicara. Gejala ini berkembang dengan cepat dan memucak setelah 72 jam.
4. Pengobatan
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
dr Fitri Octaviana Sumantri, SpS(K), M.Pd.Ked dari RS Cipto Mangunkusumo, beberapa waktu lalu mengatakan biasanya dalam waktu 2-3 minggu setelah diobati pasien sudah pulih. Jadi semakin cepat diobati, maka waktu pemulihan pasien pun lebih cepat.
Untuk pengobatan bell's palsy, biasanya pasien akan diberi obat oral berupa kortikosteroid yang dibarengi dengan fisioterapi atau akupunktur untuk mengembalikan lagi fungsi otot-otot di salah satu sisi wajah yang kaku.
Pendapat lain mengatakan 75 persen pasien akan pulih lengkap dalam waktu 2-3 bulan setelah didiagnosis dan diobati dengan cepat untuk mengurangi kemungkinan kerusakan saraf jangka panjang.
Penyakit bell's palsy adalah penyakit yang menimbulkan kelumpuhan, khususnya pada wajah. Nama penyakit ini diambil dari nama seorang ahli bedah Skotlandia, Charles Bell (1774 – 1842).
Penyakit ini bisa diakibatkan oleh infeksi virus herpes atau virus varicella zoster yang tinggal di saraf dan aktif ketika sistem kekebalan tubuh sedang melemah. Virus ini memicu peradangan di saraf wajah sehingga menyebabkan terjadi kompresi yang pada gilirannya membuat otot jadi lumpuh serta wajah jadi terkulai.
Kaku pada satu sisi wajah terjadi karena selubung sarafnya membengkak. Bell's palsy bisa juga dialami karena dingin, misalnya akibat tidur dengan AC yang terlalu menyorot satu sisi wajah saja. Bisa juga karena tidur di lantai dengan satu sisi wajah menempel di lantai yang dingin. Perlu digarisbawahi, bell's palsy berbeda dengan gejala stroke.
Gejala yang muncul meliputi rasa sakit yang parah, kehilangan kemampuan mengecap atau sensasi di lidah, serta kesulitan makan dan berbicara. Gejala ini berkembang dengan cepat dan memucak setelah 72 jam.
dr Fitri Octaviana Sumantri, SpS(K), M.Pd.Ked dari RS Cipto Mangunkusumo, beberapa waktu lalu mengatakan biasanya dalam waktu 2-3 minggu setelah diobati pasien sudah pulih. Jadi semakin cepat diobati, maka waktu pemulihan pasien pun lebih cepat.
Untuk pengobatan bell's palsy, biasanya pasien akan diberi obat oral berupa kortikosteroid yang dibarengi dengan fisioterapi atau akupunktur untuk mengembalikan lagi fungsi otot-otot di salah satu sisi wajah yang kaku.
Pendapat lain mengatakan 75 persen pasien akan pulih lengkap dalam waktu 2-3 bulan setelah didiagnosis dan diobati dengan cepat untuk mengurangi kemungkinan kerusakan saraf jangka panjang.
(vit/up)