Patah Hati Ditinggal Selingkuh, Pria Ini Potong Kemaluannya Sendiri

Patah Hati Ditinggal Selingkuh, Pria Ini Potong Kemaluannya Sendiri

- detikHealth
Kamis, 26 Feb 2015 17:38 WIB
Patah Hati Ditinggal Selingkuh, Pria Ini Potong Kemaluannya Sendiri
Kiziltas, Turki -

Meski telah menjalani biduk rumah tangga selama 50 tahun, nyatanya tak menjamin pasangan ini awet hingga ajal menjemput mereka. Sang istri justru berselingkuh dengan seorang pria muda. Ironisnya, sang suami merasa patah hati hingga memotong kemaluannya sendiri.

Turgut Oymen tengah berbahagia karena perayaan ulang tahun pernikahannya yang ke-50 sudah di depan mata. Namun sayang ia dan sang istri, Nese (70) tinggal berjauhan. Turgut tinggal di sebuah desa bernama Kiziltas di distrik Sivas Susehri, Turki bagian tengah, sedangkan Nese sejak tahun lalu tinggal di ibukota Istanbul untuk berobat.

Akan tetapi menjelang hari H, Turgut mendapat panggilan telepon dari istri yang amat dicintainya itu. Secara mengejutkan, Nese mengaku jatuh cinta pada seorang dokter yang usianya 25 tahun lebih muda darinya dan berniat untuk tidak pulang ke rumah mereka di Kiziltas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Depresi karena Tak Kunjung Punya Kekasih, Pria Ini Nekat Potong Penis

"Ia sangat mencintai Nese. Ketika ia mendengar Nese takkan kembali, dunianya serasa hancur," ungkap sahabat Turgut, Mehmet Koc (70). Mehmet juga mengatakan Turgut sempat menelepon Nese dan memohon agar istrinya kembali. Sayangnya Nese menolak karena ia terlanjur jatuh hati pada sang dokter.

Mendengar hal itu, Turgut pun patah hati. Dalam keputusasaan, pria berumur 73 tahun tersebut pergi ke sebuah sungai kecil di dekat rumahnya. Turgut lantas memotong kemaluannya sendiri lantas membuang potongan daging tersebut ke sungai. Barulah setelah itu ia memanggil ambulans.

Beruntung dokter berhasil melakukan tindakan operasi untuk menghentikan pendarahan sekaligus menambal luka menganga pada organ intim Turgut. Hanya saja mereka gagal menemukan potongan kemaluan Turgut yang dibuang tadi.

"Ia kehilangan banyak darah, namun ia sangat beruntung karena tidak sampai menghembuskan napas terakhir untuk orang seusianya. Kepada tim medis, pasien juga sempat mengatakan ia sengaja membuang kemaluannya karena ia merasa itu sudah tak ada gunanya lagi," ungkap seorang jubir rumah sakit, seperti dikutip dari Mirror, Kamis (26/2/2015).

Pihak rumah sakit menambahkan kini kondisi Turgut sudah mulai pulih dan pasien tengah menjalani pengobatan karena depresi yang dialaminya.

Baca juga: 5 Kasus Pemotongan Penis Paling Fenomenal

(lil/vit)

Berita Terkait