Jamu Ilegal Masih Banyak Beredar, Citra Obat Tradisional Terancam

Jamu Ilegal Masih Banyak Beredar, Citra Obat Tradisional Terancam

- detikHealth
Jumat, 27 Feb 2015 11:31 WIB
Jamu Ilegal Masih Banyak Beredar, Citra Obat Tradisional Terancam
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Pemerintah tengah gencar mengampanyekan jamu sebagai warisan budaya yang menyehatkan. Namun jamu ilegal yang diklaim masih banyak beredar dikhawatirkan merusak citra obat tradisional tersebut.

"Jamu ilegal sebenarnya masih banyak. Saya menilai, kurang kerja sama lintas sektor," kata Charles Saerang, Ketua Gabungan Pengusaha (GP) Jamu di Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Jumat (27/2/2015).

Peredaran jamu ilegal dengan berbagai ancaman bahayanya, menurut Charles, bisa merusak citra jamu-jamu lainnya yang terdaftar dan terjamin keamanannya. Sebab, jamu ilegal banyak dicampur dengan bahan kimia obat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Dipercaya Lebih Berkhasiat, Jamu Seduh Lebih Disukai Orang Tua

Penggunaan bahan kimia obat tanpa petunjuk dokter, dalam jangka panjang bisa memicu kerusakan hati dan ginjal. Padahal, jamu biasanya dikonsumsi secara rutin dan diharapkan akan memberikan efek dalam jangka panjang.

"Perlu curiga kalau minum jamu kok efeknyu cespleng. Jamu tidak bisa cespleng, pasti mengandung bahan kimia obat," kata Roy Sparringa, Kepala BPOM usai acara minum jamu bersama sejumlah kementerian di kantornya.

Selain jamu ilegal, iklan jamu dengan klaim berlebihan juga dikeluhkan oleh GP Jamu. Khususnya di daerah, banyak ditemukan iklan-iklan jamu yang menyesatkan. Dikhawatirkan ini juga merusak citra jamu, yang bagaimanapun tidak ditujukan untuk menggantikan pengobatan medis oleh dokter.

Baca juga: Obat Jamu Mulai 'Diselipkan' di Klinik Umum

(up/vit)

Berita Terkait