JustoCat ini dikembangkan oleh Prof Lars Asplund dari Malardalen University, Swedia dengan para pakar robotika dari sebuah perusahaan bernama Robotdalen. Mereka sengaja menciptakan Justocat untuk menemani para pasien demensia atau kepikunan.
Baca juga: Agar Lansia Tak Gampang Pikun, Menkes: Enjoy Whatever You're Doing
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kata lain, Justocat dapat berfungsi layaknya kucing yang sesungguhnya, karena mereka bisa 'bernapas', mendengkur, dan mengeong seperti kucing betulan. Bedanya, bulu kucing yang satu ini dapat dilepas lalu dibersihkan sehingga tidak menimbulkan gangguan kesehatan pada orang yang memegangnya.
Prof Lars menambahkan Justocat mempunyai ukuran dan berat yang sama dengan kucing sebenarnya. Warnanya pun beragam, mulai dari abu-abu, hitam serta putih.
Namun Prof Lars mengingatkan robot kucing ciptaannya bukanlah mainan, melainkan alat kesehatan seperti halnya stetoskop atau termometer sehingga harganya juga tak enteng di kantong, yakni berkisar 1.000 poundsterling atau sekitar Rp 19 juta.
"Bahkan JustoCat tergolong ke dalam alat kesehatan kelas satu, sehingga dokter dapat meresepkan kucing ini untuk digunakan dalam pengobatan," tuturnya seperti dikutip dari www.justocat.com, Sabtu (28/2/2015).
Sayangnya JustoCat sendiri baru tersedia di beberapa negara di Eropa. Gejala awal dari demensia yang paling menonjol adalah munculnya gangguan daya ingat seperti lupa pada suatu hal yang sebenarnya baru saja terjadi; sulit fokus; linglung; dan sering kesulitan menemukan kata yang tepat saat berbicara.
"Alzheimer itu adalah kondisi di mana otak cepat menua, sementara salah satu fungsi otak adalah berkaitan dengan fungsi memori. Nah dengan alzheimer maka fungsi memori otak pun menurun lebih cepat," terang Dr dr Yuda Turana, SpS dari Departemen Neurologi FK UNIKA Atmajaya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.
Seiring berjalannya waktu, sejumlah pasien juga akan memperlihatkan gejala yang lebih berat seperti perubahan perilaku secara mendadak, termasuk perubahan mood, bahkan hingga berhalusinasi.
Baca juga: Ini Gejala-gejala Umum dari Demensia Alzheimer, Pernah Mengalaminya?
(lil/up)











































