Ini Alasannya Gigi Belakang Paling Rawan Berlubang

Ini Alasannya Gigi Belakang Paling Rawan Berlubang

- detikHealth
Selasa, 03 Mar 2015 13:44 WIB
Ini Alasannya Gigi Belakang Paling Rawan Berlubang
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta -

Menurut data dari British Dental Journal (189, 2000) sekitar 85 persen gigi berlubang terjadi pada gigi bagian belakang. Hal ini dikatakan oleh ahli karena gigi bagian belakang memang lebih sulit untuk dibersihkan sehingga lebih berisiko.

Dr drg Ratna Meidyawati SpKG(K) dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG-UI) menjelaskan bahwa plak dari sisa makanan dua kali lebih mudah berkumpul di gigi bagian belakang. Bakteri pada plak akan menghasilkan asam yang bisa mengikis gigi dan menjadi faktor utama penyebab gigi berlubang.

Baca juga: Gigi Sakit Tapi Tak Bolong? Bisa Jadi Gigi Anda Retak

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gigi belakang itu sangat unik karena letaknya. Gigi yang diujung apalagi paling susah dibersihkan dari sisa makanan karena anatominya rumit banyak celah dan alur," ujar drg Ratna dalam acara peluncuran sikat gigi Pepsodent Deep Clean, Hotel InterContinental, Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2015).

Karena terletak diujung mulut, biasanya seseorang hanya akan menyikat gigi-gigi belakang singkat. Tak jarang sisa makanan yang ditemukan pada bagian tersebut sudah berusia lebih dari sehari dan mulai membusuk oleh bakteri.

"Memang kalau plak itu tidak dibersihkan sehari besoknya nggak akan langsung bolong. Itu prosesnya bertahun-tahun, gigi perlahan yang keras jadi lunak karena asam dan terus akhirnya berlubang," tambah drg Ratna.

Baca juga: Berdarah Saat Gosok Gigi? Teruslah Menyikat, Jangan Berhenti

Oleh karena itu drg Ratna menyarankan agar masyarakat selalu memperhatikan kebersihan gigi terutama bagian belakang. Cari bentuk dan besar sikat gigi yang nyaman untuk mulut serta perhatikan cara dan waktu menyikatnya.

"Untuk membersihkan plak satu-satunya jalan adalah dengan menyikat gigi. Harus perhatikan cara menyikatnya, bentuk serta besar sikat, dan waktu menyikatnya," tutup drg Ratna.

(fds/vit)

Berita Terkait