Awalnya Corbin mengeluh pada sang istri, Kathryn, yang kemudian segera menelepon ambulans setempat. Setelah menjelaskan keluhan yang disampaikan oleh suaminya. Ambulans pun kemudian datang dan memeriksa Corbin.
Dikutip dari SWNS, saat itu tim paramedis menyebutkan kalau kondisi Corbin tak terlalu darurat untuk dibawa ke rumah sakit. Mereka juga mendiagnosis Corbin dengan serangan panik dan kecemasan berlebihan. Corbin pun akhirnya tetap tinggal di rumah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Disangka Tersengat Kalajengking, Balita 17 Bulan Ternyata Telan Narkoba
Sesampainya di rumah sakit, dokter menyatakan bahwa pria malang tersebut sudah meninggal dunia akibat serangan jantung. Kabar ini tentu saja sangat mengagetkan Kathryn dan keluarga Corbin. Mereka merasa telah berupaya menelepon pihak medis di hari sebelumnya namun tak mendapat penanganan yang sesuai.
"Ini jelas pengambilan keputusan yang salah. Tak diragukan lagi Corbin seharusnya saat itu langsung dibawa ke rumah sakit. Jika ia langsung mendapatkan perawatan dan pemeriksaan yang diperlukan, mungkin saja ia masih hidup saat ini," ujar koroner setempat, Ian Smith, seperti dikutip dari The Sentinel, Jumat (6/3/2015).
Kathryn mengungkapkan dirinya merasa saat paramedis tiba kali pertama, kondisi suaminya tak diperiksa dengan benar. "Paramedis tersebut tak merasa ini darurat, sehingga pada saat itu saya tidak berpikir kondisi suami saya begitu buruk. Seandainya paramedis memberi tahu bahwa ia perlu ke rumah sakit, maka kami akan pergi saat itu juga," ungkapnya.
Baca juga: Nyeri Sakit Jantung, Dokter Diagnosis Nadia Salah Posisi Gendong Anak (Ajeng Anastasia Kinanti/Nurvita Indarini)










































