Sakit Jantung Tapi Didiagnosis Serangan Panik, Pria Ini Kolaps dan Meninggal

Sakit Jantung Tapi Didiagnosis Serangan Panik, Pria Ini Kolaps dan Meninggal

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Jumat, 06 Mar 2015 18:02 WIB
Sakit Jantung Tapi Didiagnosis Serangan Panik, Pria Ini Kolaps dan Meninggal
Foto: The Sentinel
Staffordshire, Inggris - Jeffrey Corbin (59) mengeluhkan napasnya terasa pendek dan nyeri, sang istri pun menelepon ambulans. Salah diagnosis, Corbin tak dibawa ke rumah sakit dan akhirnya meninggal di rumahnya.

Awalnya Corbin mengeluh pada sang istri, Kathryn, yang kemudian segera menelepon ambulans setempat. Setelah menjelaskan keluhan yang disampaikan oleh suaminya. Ambulans pun kemudian datang dan memeriksa Corbin.

Dikutip dari SWNS, saat itu tim paramedis menyebutkan kalau kondisi Corbin tak terlalu darurat untuk dibawa ke rumah sakit. Mereka juga mendiagnosis Corbin dengan serangan panik dan kecemasan berlebihan. Corbin pun akhirnya tetap tinggal di rumah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keesokan harinya, pria yang dikenal baik hati ini kembali mengalami keluhan yang sama. Kathryn pun kembali menelepon ambulans. Ditargetkan sampai dalam waktu 30 menit, karena alasan sibuk ambulans baru tiba 70 menit kemudian. Saat paramedis tiba, Corbin sudah tak sadarkan diri.

Baca juga: Disangka Tersengat Kalajengking, Balita 17 Bulan Ternyata Telan Narkoba

Sesampainya di rumah sakit, dokter menyatakan bahwa pria malang tersebut sudah meninggal dunia akibat serangan jantung. Kabar ini tentu saja sangat mengagetkan Kathryn dan keluarga Corbin. Mereka merasa telah berupaya menelepon pihak medis di hari sebelumnya namun tak mendapat penanganan yang sesuai.

"Ini jelas pengambilan keputusan yang salah. Tak diragukan lagi Corbin seharusnya saat itu langsung dibawa ke rumah sakit. Jika ia langsung mendapatkan perawatan dan pemeriksaan yang diperlukan, mungkin saja ia masih hidup saat ini," ujar koroner setempat, Ian Smith, seperti dikutip dari The Sentinel, Jumat (6/3/2015).

Kathryn mengungkapkan dirinya merasa saat paramedis tiba kali pertama, kondisi suaminya tak diperiksa dengan benar. "Paramedis tersebut tak merasa ini darurat, sehingga pada saat itu saya tidak berpikir kondisi suami saya begitu buruk. Seandainya paramedis memberi tahu bahwa ia perlu ke rumah sakit, maka kami akan pergi saat itu juga," ungkapnya.

Baca juga: Nyeri Sakit Jantung, Dokter Diagnosis Nadia Salah Posisi Gendong Anak (Ajeng Anastasia Kinanti/Nurvita Indarini)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads