Sanitasi Buruk Bunuh Lebih Banyak Wanita daripada AIDS dan Kanker Payudara

Sanitasi Buruk Bunuh Lebih Banyak Wanita daripada AIDS dan Kanker Payudara

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Jumat, 06 Mar 2015 20:05 WIB
Sanitasi Buruk Bunuh Lebih Banyak Wanita daripada AIDS dan Kanker Payudara
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Selama ini acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) dan kanker payudara dipercaya sebagai penyakit paling mematikan bagi wanita. Namun sebuah penelitian baru asal Amerika Serikat membantah pernyataan itu.

Penelitian yang dilakukan oleh WaterAid, organisasi non-profit yang memfokuskan diri pada masalah sanitasi dan akses air bersih, mengatakan bahwa sanitasi yang buruk membunuh lebih banyak wanita daripada kanker payudara dan AIDS.

Penelitian WaterAid dilakukan dengan menganalisis data dari Institute of Health Metrics Research Center. Peneliti menghubungkan kasus kematian wanita seperti kematian ketika melahirkan, kekurangan gizi hingga kekerasan dalam rumah tangga dengan akses air bersih dan sanitasi di daerahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Toilet Murah, Cara Kabupaten Ngawi Hilangkan Kebiasaan BAB Sembarangan

Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 800.000 wanita meninggal setiap tahun berbagai sebab. Penyakit pencernaan dan komplikasi ketika melahirkan akibat penyakit bersumber air kotor ditengarai menjadi penyebab utamanya,

Kondisi ini menyebabkan kematian wanita akibat tidak mendapat akses air bersih dan sanitasi buruk lebih tinggi daripada AIDS dan kanker payudara. Hasil lain menyebutkan bahwa sanitasi buruk juga meningkatkan risiko wanita terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

Menurut data WaterAids, lebih dari 1 miliar wanita di dunia tidak memiliki akses kepada toilet yang aman dan baik. Sementara 370 juta lainnya tak memiliki akses untuk air bersih.

Barbara Frost, CEO WaterAids, mengatakan bahwa tanpa adanya akses air bersih dan sanitasi yang baik, wanita juga rentan mengalami kekerasan. Hal ini terjadi karena mau tak mau, kegiatan privat seperti buang air dan mandi harus dilakukan di luar rumah.

Ia juga menyoroti tingginya angka kematian ibu dan bayi di negara-negara berkembang. Rendahnya angka rumah yang memiliki akses air bersih dan toilet pribadi membuat wanita melahirkan di rumah rentan terserang infeksi.

"Kondisi ini tentunya tidak bisa diterima. Kesehatan, edukasi, kesucian dan harga diri mereka rusak yang akhirnya membuat banyak wanita mati sia-sia," tutur Frost, dikutip dari Reuters, Jumat (6/3/2015).

Baca juga: Tak Cuma di Pedesaan, BAB Sembarangan Juga Masalah Warga Kota Besar (Muhamad Reza Sulaiman/Muhamad Reza Sulaiman)

Berita Terkait