Seperti yang diungkapkan studi di Journal of American Psychological Association, kesenjangan gender berkaitan dengan narsisme, ambisi dan kepemimpinan. Studi yang dilakukan selama tiga dekade ini menunjukkan bahwa laki-laki lebih banyak berkepribadian narsisme, dibanding wanita terlepas dari generasi dan usia mereka.
Para peneliti mengkualifikasikan narsisme menjadi tiga aspek yaitu hak, kepemimpinan atau otoritas, dan kemegahan atau eksibisionisme. Hasil studi ini menunjukkan, laki-laki memiliki nilai dua kategori awal lebih tinggi dari wanita. Namun memiliki nilai sama besar pada kategori eksibisionisme, yang mencakup kesombongan dan penyerapan diri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Studi: Selain Narsis, Pria yang Hobi Selfie Cenderung Antisosial
"Hanya saja, narsisme ini berhubungan dengan berbagai disfungsi interpersonal, termasuk ketidakmampuan untuk mempertahankan hubungan jangka panjang yang sehat, perilaku tidak etis dan keagresifan," ungkap Emily Grijalva, profesor di University of Buffalo, dikutip dari Washington post, Sabtu (7/3/2015).
Ia juga menambahkan jika secara khusus wanita lebih sering menerima kritikan keras ketika bersikap agresif atau otoriter. Hal inilah yang dapat menciptakan tekanan bagi wanita sekaligus menekan perilaku narsisme.
Studi ini juga membandingkan perilaku narsisme para mahasiswa dan mahasiswi pada tahun 1990 dan 2013. Hasilnya, peneliti tidak menemukan adanya indikasi jika generasi saat ini makin menunjukkan perilaku narsisme.
Baca juga: Studi: Pria Narsis Lebih Mudah Dapat Pasangan untuk Berkencan
(rdn/up)











































