Senin, 09 Mar 2015 18:26 WIB

Kena Sindrom Langka, Nick 'Mabuk' Tiap Konsumsi Karbohidrat

- detikHealth
Nick Hess (Foto: ABC News)
Jakarta - Alkohol umumnya akan membuat seseorang mabuk, apalagi jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Namun hal itu tak berlaku untuk Nick Hess karena konsumsi karbohidrat saja sudah bisa membuatnya mabuk seperti orang yang mengonsumsi bergelas-gelas alkohol.

Auto-bewery syndrome yang diidap Nick membuat pria tersebut akan merasakan sensasi mabuk akibat konsumsi alkohol, meskipun kenyataannya ia hanya mencomot keripik, kentang goreng, atau makanan kaya karbohidrat lainnya. Auto-bewery syndrome yang diidap Nick membuat perutnya memproduksi terlalu banyak ragi.

Akibatnya, setiap karbohidrat yang dikonsumsi Nick akan berubah menjadi alkohol. Sebelum didiagnosis mengidap sindrom itu, tiap kali mengonsumsi karbohidrat, setelahnya Nick akan merasakan sakit kepala dan sakit perut tanpa alasan yang jelas.

"Keluarga dan istri saya berpikir saya ada masalah dengan konsumsi alkohol. Padahal saya tidak minum dan setiap makan karbohidrat, saya merasa pusing lalu muntah, bahkan efeknya masih terasa sesekali dalam waktu sebulan," tutur Nick kepada BBC, dikutip pada Senin (9/3/2015).

Setiap menonton televisi di malam hari, tiba-tiba mulut Nick akan beraroma alkohol. Hal ini pun membuat istri Nick, Karen Daw, bingung. Kepada ABC News, Karen mengaku sampai memeriksa seluruh isi rumah dan memastikan apakah Nick sudah sembunyi-sembunyi minum alkohol.

"Nyatanya tidak ada satu pun 'jejak' alkohol. Kondisi Nick yang seperti itu membuat saya nekat untuk membawanya ke dokter. Sempat menjalani tes di RS termasuk tiga kali kolonoskopi dan endoskopi, dokter belum bisa menemukan problem pada tubuh Nick," kata Karen.

Sindrom yang dialami Nick baru terdeteksi ketika ia menjalani pemeriksaan usai mengonsumsi karbohidrat. Tes laboratorium menunjukkan kadar alkohol dalam darah Nick meningkat hingga 120 mg per 100 ml darah, sama dengan ia menenggak tujuh sloki whisky.

Kini, Nick harus rutin mengonsumsi obat anti-jamur dan menjalani diet rendah karbohidrat. Meskipun, reaksi seperti orang mabuk masih sering ia alami sekali dua kali dalam waktu satu bulan ketia Nick mengonsumsi karbohdirat.



(rdn/vta)