Hati-hati Memeras Baju Terlalu Kuat Bisa Picu Masalah Pergelangan Tangan

Hati-hati Memeras Baju Terlalu Kuat Bisa Picu Masalah Pergelangan Tangan

- detikHealth
Kamis, 12 Mar 2015 19:30 WIB
Hati-hati Memeras Baju Terlalu Kuat Bisa Picu Masalah Pergelangan Tangan
Jakarta - Nyeri pergelangan tangan atau wrist pain sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Munculnya nyeri pada pergelangan tangan pun tak lepas dari aktivitas harian yang posisinya tidak tepat. Misalnya saja memeras baju terlalu kuat pada saat mencuci.

Dijelaskan Dr dr Lukman Shebubakar SpOT(K), anatomi tangan terdiri dari banyak tulang yang diikat dengan ligamen-ligamen. Nah, jika salah satu ligamen cedera, bisa menimbulkan rasa sakit. Penyebab masalah pergelangan tangan paling dikatakan dr Lukman sering karena cedera misalnya akibat jatuh, terputar saat menggunakan bor, dan olahraga.

"Ibu bekerja dengan jam yang tidak terkontrol salah satunya bisa menyebabkan sakit atau nyeri di pergelangan tangan. Saat punya anak, memegang bayi posisnya salah akan menyebabkan nyeri di tangan juga," tutur dr Lukman di sela-sela Media Gathering 'Hand Clinic RS Premiere Bintaro' di RS Premiere Bintaro, Bintaro Jaya, Tangerang, Kamis (12/3/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Posisi Pegang Mouse Komputer yang Tidak Tepat Bisa Picu Carpal Tunnel Syndrome

Selain itu, dr Lukman juga menuturkan kondisi DeQuervain tenosynovotis di mana ligamen pada tangan terjepit sehingga terasa amat sakit dan dibutuhkan tindakan operasi minor. Kondisi ini umumnya disebabkan akibat memeras baju yang terlalu kencang. Bisa juga akibat terlalu memaksa membuka kaleng atau botol.

Hadir dalam kesempatan yang sama, dr Margareta Arianni SpOT mengatakan ketika jari berada pada satu posisi yang tidak tepat terus menerus dan harus menanggung beban, maka lama-lama akan terasa sakit. Pada taraf ekstrem, tangan yang kerap terpapar getaran dari alat yang menciptakan getaran misalnya pada pekerja pabrik juga bisa menyebabkan hand vibration syndrome.

Begitu juga jika naik motor terlalu lama pun tak menutup kemungkinan bisa muncul peradangan di tendon atau saraf pada tangan. Jika nyeri di tangan bisa diukur karena berkaitan erat dengan lamanya mengendarai motor atau cara menggenggam stang yang tidak tepat, maka baiknya kurangi frekuensi berkendara dengan motor.

"Misal dari rumah ke kantor kok tangan sudah nyeri dan nggak nyaman, tapi kalau pergi ke tempat dekat tidak, umumnya pasien udah tahu jarak beberapa km sudah berasa itu nyerinya dan itu berarti berhubungan dengan naik motor. Nah, yang perlu dilakukan kurangi frekuensi naik motor, istirahat, nggak naik motor tapi pakai kereta misalnya, atau minum obat-obatan tertentu," terang dr Margareta.

Dokter berkacamata ini menambahkan, tangan merupakan bagian tubuh paling aktif sehingga sering berinteraksi dengan lingkungan luar dan berisiko cedera, salah satunya ketika olahraga. Oleh karena itu, dr Margareta menekankan cedera olahraga tidak hanya sekadar cedera lutut atau ligamen tetapi juga tubuh bagian atas, termasuk tangan.

"Tangan terasa nyeri dikit saat berolahraga, tidak perlu ke dokter. Coba istirahatkan, bisa dikompres dengan es, dan konsumsi obat tertentu. Tapi kalau sudah terasa nggak nyaman sekali, sangat sakit, segera periksakan ke dokter," imbau dr Margareta.

Baca juga: Jika Makin Parah, Carpal Tunnel Syndrome Diatasi dengan Operasi

(rdn/vta)

Berita Terkait