Peneliti dari Mayo Clinik menjelaskan bahwa saat mengonsumsi minuman berenergi, seseorang dapat mengalami kenaikan tekanan darah sehingga risiko penyakit jantung meningkat. Studi yang diumumkan di Sesi ilmiah tahunan ke 64 American College of Cardiology, San Diego, menerangkan bahwa para peneliti secara bergantian memberi sekaleng minuman berenergi pada 25 orang dewasa muda yang sehat (dengan rentang usia 19-40 tahun).
Baca Juga : Studi Ini Sebut Kebanyakan Tidur Tingkatkan Risiko Kena Stroke
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peserta yang mengonsumsi minuman berenergi mengalami kenaikan tekanan darah, bahkan efek yang paling dramatis terjadi pada peserta yang tidak terbiasa mengonsumsi banyak kafein. Peningkatan ini terjadi lebih dari dua kali lipat pada orang-orang pengonsumsi kafein setelah mengonsumsi minuman berenergi.
Baca juga : Overdosis Suplemen Vitamin C Tingkatkan Risiko Batu Ginjal pada Pria
"Kami menyadari bahwa konsumsi minuman berenergi sudah semakin tersebar luas di kalangan anak muda. Kami khawatir dengan kesehatan mereka ketika minuman berenergi dikonsumsi berlebihan. Sebab, penelitian kami menunjukkan minuman berenergi dapat meningkatkan tekanan darah," ujar Anna Svatikova, M.D., Ph.D, salah satu penulis dan ahli pada penyakit kardiovaskuler di Mayo Clinic, dikutip dari ScienceDaily, Selasa (17/3/2015).
"Sekarang, kami melihat bahwa orang-orang yang tidak terbiasa mengonsumsi kafein memiliki risiko yang justru lebih tinggi. Para konsumen harus berhati-hati ketika mengonsumsi minuman berenergi karena dapat meningkatkan risiko masalah kardiovaskuler, bahkan pada orang yang masih muda," tutur Anna. (Nurvita Indarini/Nurvita Indarini)











































