Selama tahun 2013 Lisa harus rutin ke dokter gigi untuk memperbaiki giginya yang rusak dan retak setelah mencoba membuka tutup botol minuman buah menggunakan gigi. Namun, saat melihat ada sedikit tanda-tanda merah di mulutnya, dokter meminta Lisa menjalani beberapa tes.
"Hasil tes menunjukkan saya mengidap adenoid cystic carcinoma di langit-langit mulut yang merupakan bentuk langka dari kanker mulut. Setelah itu saya segera menjalani operasi selama 14 jam untuk mengangkat tumor di mulut saya," kisah Lisa, dikutip dari berbagai sumber, Selasa (17/3/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Bocah di India Idap Tumor Gigi, Dokter Angkat 80 Gigi Ekstra di Mulutnya
Saat bangun dari operasi, Lisa merasa menjadi monster dengan wajah yang membengkak dan cacat. Ia juga butuh waktu 3 minggu untuk bisa kembali bertemu dengan anak-anaknya. Benar saja, dua anak Lisa yang tinggal dengannya, Maison dan Tiffany terlihat enggan bertemu dengan sang ibu.
"Bahkan Tiffany bersembunyi dan ketakutan saat melihat saya, itu sangat menyedihkan. Sementara saya jelaskan pada Maison meski kini wajah saya berbeda, saya tetap ibunya dan dia bisa menerima hal itu. Perlahan, Tiffany juga mulai bisa menerima keadaan saya," kata Lisa.
Sejak Januari hingga Maret 2014, Lisa harus menjalani kemoterapi. Meski wajahnya kini berbeda, ia bersyukur masih diberi kesempatan untuk membesarkan putra putrinya. Apalagi, dulunya dokter sempat mengatakan jika telat ditangani enam sampai delapan minggu, kemungkinan besar nyawa Lisa tidak tertolong.
Karena wajahnya sulit digerakkan, Lisa juga susah makan hingga bobotnya turun 24 kg. Di bulan Juli 2014, dokter mengatakan ia sudah sembuh 100%. Sampai saat ini, Lisa kadang mengaku masih canggung saat pergi ke luar rumah sebab orang-orang akan menatapnya dengan aneh. Tapi, bagi Lisa yang terpenting ia masih bisa menemani anak-anaknya sampai sekarang.
Baca juga: 9 Cara Mencegah Kanker Mulut
"Saya mengimbau agar orang lebih peduli pada kanker mulut, termasuk ketika ada yang terasa tidak normal di mulut, segeralah periksa ke dokter. Setidaknya mencegah atau mendeteksi dini penyakit yang kita idap itu lebih baik daripada terlambat ditangani," tutur Lisa.
(rdn/vta)











































