Survei Ini Sebut Konsumsi Garam pada Anak Sudah Melebihi Batas Normal

Survei Ini Sebut Konsumsi Garam pada Anak Sudah Melebihi Batas Normal

- detikHealth
Selasa, 17 Mar 2015 18:46 WIB
Survei Ini Sebut Konsumsi Garam pada Anak Sudah Melebihi Batas Normal
ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Umumnya, garam tak bisa dilepaskan dari konsumsi makanan sehari-hari tapi jika berlebihan, konsumsi garam justru bisa memicu penyakti salah satunya darah tinggi. Jumlah konsumsi garam pun nyatanya tidak hanya berlebihan di kalangan orang dewasa tetapi juga anak-anak.

Survei yang dilakukan oleh peneliti di Inggris menyatakan anak-anak berisiko menjadi 'pecandu' garam karena penggunaan jumlah garam yang sangat tinggi ditemukan di beberapa restoran terkemuka. Concesnsus Action on Salt and Health menemukan 28% dari makanan anak mengandung 2 gram atau lebih gara.

Padahal 2 gram merupakan jumlah maksimum dari penggunaan garam harian untuk balita. Diperingatkan bahwa ditemukannya generasi 'pecandu garam' setelah terlihat dari survei kandungan garam dari 218 jenis makanan di 23 restoran yang ada.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditemukan bahwa salah satu restoran burger ternama memiliki 4,6 gram kandungan garam pada porsi kentang goreng dan burger dalam ukuran anak-anak. Hal tersebut setara dengan 155% asupan maksimum yang dianjurkan untuk anak usia 4-6 tahun.

Sebuah laporan dari Soil Association memperikrakan bahwa 40% orang tua mengajak anak mereka makan di luar rumah setidaknya sekali dalam dua minggu.

Baca juga : Yuk Batasi Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak dengan Rumus 'G4G1L5'

"Hanya 5 dari 23 restoran yang disurvei bersedia melakukan pengurangan jumlah garam pada makanan dengan menekan ke angka target yang telah ditetaplkan oleh Departemen Kesehatan," kata salah satu peneliti, dikutip dari berbagai sumber, Selasa (17/3/2015).

Laporan terbaru dari National Diet and Nutrition Survey menunjukkan bahwa anak usia 4-18 tahun mengonsumsi lebih banyak garam dari yang telah direkomendasikoan oleh Scientific Advisory Committee on Nutrition di tahun 2003.

Baca juga : Studi: Kurangi Asupan Garam Berlebih Bantu Jaga Kesehatan Ginjal

(rdn/vta)

Berita Terkait