Meski Hidup Modern tapi Orang-orang Ini Tidur Seperti Nenek Moyang

Meski Hidup Modern tapi Orang-orang Ini Tidur Seperti Nenek Moyang

- detikHealth
Kamis, 19 Mar 2015 13:35 WIB
Meski Hidup Modern tapi Orang-orang Ini Tidur Seperti Nenek Moyang
Baependi, Brazil -

Semakin modern, kehidupan manusia menjadi semakin jauh dari rutinitas yang menyehatkan. Beragam gadget baru juga semakin memperburuk pola tidur seseorang. Namun di Brazil, ada sekelompok orang yang masih menjalankan pola tidur yang sama persis dengan nenek moyang kita.

Pola tidur yang dimaksud adalah berangkat tidur ketika matahari sudah terbenam dan bangun saat matahari terbit. Komunitas ini tinggal di kota kecil bernama Baependi, negara bagian Minais Gerais, di tenggara Brazil.

Namun jangan salah, meskipun di pedesaan dan memiliki pola tidur konvensional, masyarakat di kota ini juga menggunakan teknologi yang sama dengan yang dipakai komunitas yang ada di perkotaan atau urban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Perhatikan, Kurang Tidur 30 Menit dalam Sehari Merusak Sistem Metabolisme

Keberadaan masyarakat ini pun menarik perhatian tim peneliti dari University of Surrey, Inggris dan University of Sao Paulo, Brazil untuk mempelajari mereka. "Kendati orang-orang di Baependi juga mendapatkan akses listrik dan memiliki televisi, tapi ritme keseharian mereka tidak jauh berbeda dengan generasi di masa lalu," ungkap ketua tim peneliti, Dr Malcolm von Schantz seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (19/3/2015).

Kemudian mereka membandingkan pola tidur penduduk Baependi yang tinggal di perkotaan dengan penduduk Baependi bagian pedesaan. Ternyata yang tinggal di kota baru bangun pukul 07.15 pagi dan tidur pada pukul 22.20 malam, sedangkan mereka yang tinggal di pedesaan terbiasa bangun jam 06.30 dan berangkat tidur pukul 21.20.
 
Peneliti percaya perbedaan ini muncul karena tubuh orang kota banyak terpapar cahaya buatan. "Tapi ketika kami ajukan pertanyaan yang sama dengan orang-orang di London, rata-rata mereka bangun pada pukul 08.30 pagi dan tidur lagi pukul 23.15 malam," lanjut Dr Malcolm.

Dari sini peneliti menyimpulkan bahwa pola tidur penduduk Baependi, terutama yang di pedesaan, masih memiliki keterkaitan dengan apa yang mereka sebut 'ritme matahari'. Sebab sebagian besar waktu yang dimiliki orang-orang Baependi dihabiskan untuk bekerja di luar rumah atau terpapar matahari langsung, sehingga pola tidur mereka masih sama alaminya dengan yang dilakukan nenek moyang.

"Pola tidur mereka masih mengikuti pola jam matahari yang selama ini menjadi patokan dari ritme kikardian tubuh manusia, di mana seharusnya manusia sudah terlelap di tengah malam, tapi masyarakat industri dewasa ini bahkan banyak yang belum sampai rumah di tengah malam," ungkap Dr Malcolm.

Dr Malcolm dan timnya optimis, pengamatan pada penduduk Baependi dapat membuktikan fakta tentang dampak kurang lebihnya jam tidur terhadap berbagai kondisi kesehatan seperti gangguan jantung, obesitas, diabetes hingga masalah kesehatan mental.

Baca juga: Dokter: Sebelum Begadang, Tidur Siang Dulu Agar Tidak Ada Utang

(lil/vta)

Berita Terkait